
WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Masyarakat Wonogiri harus bersiap dengan perubahan suasana perayaan HUT ke-80 RI tahun ini. Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, dengan tegas menyampaikan bahwa pada Agustus 2025 tidak akan ada karnaval pembangunan, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Keputusan ini diambil karena kondisi ekonomi dinilai belum stabil. Bahkan, menurut Bupati Setyo Sukarno, terjadi deflasi yang mengindikasikan lesunya daya beli masyarakat. Sebagai gantinya, kegiatan perayaan HUT RI ke-80 akan dioptimalkan di wilayah kecamatan masing-masing.
Meski tidak ada karnaval, warga tetap boleh menggelar kegiatan 17an dengan dukungan iuran dari masyarakat, asalkan sifatnya sukarela dan tidak memaksa.
Namun, untuk tetap menghadirkan hiburan yang bernuansa kultural, Pemkab Wonogiri menggagas pagelaran wayang kulit serentak di 25 kecamatan. Kegiatan ini akan digelar dalam momentum resepsi kemerdekaan sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.
“Wayangan serentak ini adalah wujud Wonogiri sebagai kabupaten budaya. Pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung seni tradisional seperti ini,” tegas Bupati Setyo Sukarno.
Untuk mendukung kegiatan ini, setiap kecamatan mendapatkan anggaran Rp25 juta dari APBD, yang akan digunakan untuk menyelenggarakan pertunjukan wayang kulit di kantor kecamatan masing-masing. Nama dalang dan teknis acara diserahkan kepada kecamatan secara mandiri.
Sebagai catatan, tahun lalu di masa Bupati Joko Sutopo (Mas Jekek), Wonogiri juga tidak mengadakan karnaval pembangunan. Tradisi karnaval yang biasanya menjadi agenda tahunan memang telah ditiadakan dua tahun berturut-turut.
Dengan pendekatan budaya ini, Pemkab berharap masyarakat tetap merasakan semangat kemerdekaan dengan nuansa kearifan lokal yang kuat. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.