Tangan Berkeringat saat Gugup, Apakah Ada Gangguan Kesehatan?

1 day ago 13

Tangan berkeringat kala gugup seharusnya kita anggap sebagai hal wajar meski terasa mengganggu. Kenapa hal ini bisa terjadi?

13 Maret 2025 | 07.29 WIB

Ilustrasi tangan mudah berkeringat. (Sehatq)

Ilustrasi tangan mudah berkeringat. (Sehatq)

TEMPO.CO, Jakarta - Anda mungkin pernah mengalami tangan berkeringat ketika sedang gugup atau cemas. Masalah itu sebenarnya biasa, saat muncul rasa gugup, tangan pun perlahan basah karena keringat.

Fenomena ini adalah respons alami tubuh terkait sistem saraf dan stres. Walaupun banyak orang merasakan gangguan ini dalam kehidupan sehari-hari, tangan berkeringat kala gugup seharusnya kita anggap sebagai hal wajar.  

Peran Sistem Saraf Simpatetik

Dilansir dari Marca edisi 10 Maret 2025, tangan berkeringat disebabkan aktivasi sistem saraf simpatetik, bagian dari sistem saraf otonomik yang mengontrol respons tak sengaja dalam tubuh. Ketika kita merasa gugup atau stres, tubuh menginterpretasikan situasi itu sebagai kemungkinan ancaman dan melepaskan hormon adrenalin, yang menyebabkan meningkatnya detak jantung, pernapasan, dan produksi keringat.

Fungsi dan Penyebab Keringat

Keringat membantu mengatur suhu tubuh. Tapi dalam situasi gugup, keringat juga memiliki fungsi evolusioner, yakni menguatkan pegangan tangan pada saat orang sedang tegang. 

slot-iklan-300x600

Meski kita mungkin tak memerlukan mekanisme tersebut untuk bertahan hidup pada saat itu, tetap saja kondisi itu terjadi pada tubuh. Pada sebagian orang, refleks ini menjadi lebih intens akibat kondisi seperti hiperdosis palmar, kondisi yang menyebabkan keringat berlebihan tanpa pemicu jelas.

Kenapa Banyak Berkeringat?

Dikutip dari USA Today, dalam banyak kasus, keringat berlebih itu normal, terutama pada cuaca panas dan olahraga berat. Tapi terkadang berkeringat banyak dipicu kondisi dan faktor lain. 

Menurut Stanford Medicine, penyebabnya termasuk reaksi terhadap pengobatan tertentu, remaja di masa pubertas sehingga kelenjar keringat ikut membesar, penyakit, menopause, atau kondisi seperti diabetes, obesitas, atau kelenjar tiroid yang kelewat aktif. Faktor lain termasuk keturunan, cuaca, usia, jenis kelamin, metabolisme, penyakit, dan pakaian.

Kapan Harus Khawatir?

Mayo Clinic menyarankan bantuan medis jika berkeringat diikuti pusing, kulit dingin, detak jantung cepat, nyeri di dada, rahang, tenggorokan, atau lengan. Kombinasi dari berbagai gejala tersebut berkaitan dengan serangan panik, demam tinggi, serangan jantung, atau kondisi lain terkait penyakit jantung.

Yayuk Widiyarti

Dia Lagi Mereka Lagi

Dia Lagi Mereka Lagi

slot-iklan-728x90

slot-iklan300x250

PODCAST REKOMENDASI TEMPO

  • Podcast Terkait
  • Podcast Terbaru
Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |