Foto udara petugas menggunakan alat berat melakukan pencarian korban longsor di Kampung Duren, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Ahad (30/11/2025). Berdasarkan data dari Desa Batu Godang sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 6 orang belum ditemukan akibat bencana longsor pada Rabu (26/11).
REPUBLIKA.CO.ID, SILANGIT -- Angka korban jiwa bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatera bertambah menjadi sekitar 430 orang yang meninggal dunia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Ahad (30/11/2025) malam menyampaikan, angka meninggal dunia terbanyak berada di Sumatera Utara (Sumut) sekitar 217 orang.
Di Sumatera Barat (Sumbar) angka korban jiwa mencapai 129 orang. Sementara itu, di Provinsi Aceh tercatat 96 korban jiwa meninggal dunia. Kepala BNPB Letnan Jenderal (Letjen) Suharyanto mengatakan, bertambahnya angka korban jiwa tersebut lantaran proses penanganan bencana dan evakuasi, serta upaya pemilihan masih terus dilakukan.
“Karena operasi pencarian, dan pertolongan oleh satgas gabungan ini, kita terus melakukan. Yang kemarin dinyatakan hilang, ditemukan (dalam kondisi meninggal dunia). Dan yang hilang juga bertambah,” ujar Suharyanto saat siaran konfrensi pers yang disiarkan BNPB dari Silangit, Sumut, Ahad (30/11/2025) malam.
Adapun warga yang masih dinyatakan hilang, kata Suharyanto tercatat 209 orang. Di Sumut, jumlah pengungsian pun bertambah. Banjir bandang dan tanah longsor melanda 13 wilayah kabupaten dan kota di provinsi tersebut sejak Rabu (25/11/2025) lalu.
Hingga Ahad (30/11/2025) BNPB mencatat lebih dari 12 ribu warga terpaksa mengungsi lantaran kehilangan tempat tinggal, dan rumah yang terendam banjir, atau disapu bandang, serta tertimbun tanah longsor. Sampai hari ini, penanganan bencana di beberapa wilayah belum berhasil dilakukan karena kondisi medan yang sulit ditembus, ataupun diakses.
Di Kabupaten Tapanuli Utara, Suharyanto mengatakan tercatat ada sekitar 3.600 jiwa pengungsi. Dan di Tapanuli Tengah, pengungsi saat ini sekitar 1.600 Kepala Keluarga (KK).
Tapanuli Selatan dengan cakupan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda di 12 kecamatan, membuat 4.661 jiwa dievakuasi ke pengungsian. Dan di Kota Sibolga jumlah pengungsi ada 4.456 jiwa. Dan di Humbang Hasundutan, tercatat 2.220 jiwa pengungsian, serta di Mandailing Natal terdapat 1.376 jiwa pengungsi.

1 hour ago
6














































