UBSI dan Koperasi Garut Kembangkan Smart Agrologistik untuk Petani Kentang

1 hour ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Tim peneliti Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Visiting Penelitian di Kantor Sekretariat Koperasi Produsen Sukaresmi Mulus Rahayu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (27/8/2026) lalu. Kunjungan ini bertujuan menggali kebutuhan mitra serta membahas pengembangan sistem Smart Agrologistik.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penelitian riset hibah Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) bertajuk “Transformasi Pembenihan Kentang Melalui Integrasi Bioreaktor, Teknologi Ex-Vitro dan Sistem Smart Agrologistik Korporasi I-CARE Garut”. Selain mengembangkan teknologi pembenihan, riset ini mengarahkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan usaha tani dan rantai pasok.

Koperasi Produsen Sukaresmi Mulus Rahayu berperan sebagai mitra penangkar dan pengelola di Kecamatan Sukaresmi, Garut. Keterlibatan mitra lapangan dinilai krusial agar sistem digital yang dirancang selaras dengan kondisi serta kebutuhan nyata para pengguna.

Kegiatan kunjungan diikuti oleh ketua tim peneliti UBSI Dr. Taufik Baidawi bersama anggotanya, yakni Jenie Sundari, Sifa Fauziah, dan Mochamad Nandi Susila. Dari pihak mitra, Sekretaris Koperasi Produsen Sukaresmi Mulus Rahayu, Aa Lukman Hakim, hadir secara langsung dalam sesi diskusi.

Diskusi kedua belah pihak berfokus pada alur pengelolaan kegiatan usaha tani serta kebutuhan informasi guna mendukung rantai pasok pertanian. Taufik menegaskan bahwa perancangan teknologi harus diawali dari pemahaman mendalam atas kebutuhan masyarakat penggunanya.

"Kami ingin sistem Smart Agrologistik yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mitra. Karena itu, masukan dari koperasi menjadi penting agar teknologi yang dihasilkan dapat digunakan dan memberikan manfaat dalam kegiatan di lapangan," kata Ketua Tim Peneliti UBSI Dr. Taufik dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Melalui diskusi tersebut, tim peneliti dan pihak koperasi mencapai kesepakatan mengenai penyesuaian kebutuhan sistem. Masukan dari lapangan ini langsung dijadikan bahan evaluasi untuk menyempurnakan integrasi sistem Smart Agrologistik.

Pengembangan Smart Agrologistik sendiri menjadi komponen vital dalam riset ICARE untuk memudahkan pemantauan dan pengelolaan rantai pasok pertanian secara terintegrasi. Pendekatan terjun langsung ke lapangan memastikan inovasi yang lahir tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap pola kerja petani [cite: Bagi tim peneliti, kunjungan langsung ke lingkungan mitra juga memberikan gambaran mengenai kondisi nyata yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sistem., Pendekatan tersebut diharapkan membuat teknologi yang dihasilkan tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga sesuai dengan pola kerja dan kebutuhan pengguna.

Kunjungan penelitian ini memperkuat kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan pelaku sektor pertanian. Langkah ini sejalan dengan komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif untuk terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

"Kami berharap hasil diskusi ini menjadi landasan untuk menyempurnakan Smart Agrologistik, sehingga nantinya sistem tersebut mampu mendukung pengelolaan pertanian yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi," ujar Taufik memungkas keterangannya.

“Kami berharap hasil diskusi ini menjadi landasan untuk menyempurnakan Smart Agrologistik, sehingga nantinya sistem tersebut mampu mendukung pengelolaan pertanian yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi,” kata Taufik.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |