VIRAL! STABN Raden Wijaya Wonogiri Sulap Sampah Plastik Jadi Solar dan Bensin

18 hours ago 17
BBMPengolahan limbah plastik menjadi BBM. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Siapa sangka tumpukan sampah plastik yang sempat menjadi persoalan di lingkungan asrama mahasiswa justru menjadi titik awal lahirnya inovasi yang kini menyita perhatian. Dari limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai, STAB Negeri Raden Wijaya Wonogiri berhasil mengembangkan teknologi yang mampu mengubah sampah plastik menjadi berbagai jenis energi, mulai dari solar, bensin, minyak tanah hingga gas.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui Eco-Theology Living Laboratory Dharma Ekologi, sebuah laboratorium pembelajaran yang memadukan edukasi lingkungan, teknologi, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat. Program ini menjadi salah satu terobosan yang menawarkan solusi konkret terhadap persoalan sampah yang semakin kompleks, sekaligus membuka peluang ekonomi dari limbah plastik.

Berawal dari keresahan terhadap tumpukan sampah di area asrama mahasiswa, pihak kampus memilih untuk tidak sekadar membersihkan lingkungan. Mereka justru menjadikan persoalan tersebut sebagai bahan penelitian dan pengembangan teknologi pengolahan sampah yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Ketua STABN Raden Wijaya, Dr. Sulaiman, Ph.D., menjelaskan persoalan sampah tidak akan pernah selesai apabila hanya ditangani di tahap akhir. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari sumber utama, yakni rumah tangga.

Karena itu, kampus menginisiasi gerakan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membiasakan memilah sampah sejak dari rumah. Langkah sederhana tersebut dinilai menjadi fondasi utama agar pengelolaan sampah dapat berjalan efektif dan menghasilkan nilai tambah.

Dalam proses pengolahan, sampah plastik yang akan dimasukkan ke mesin pirolisis tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Setiap jenis plastik harus melalui proses pemilahan secara teliti agar hanya material yang sesuai yang digunakan sebagai bahan baku.

Tahapan ini menjadi faktor penting karena sangat menentukan kualitas bahan bakar yang dihasilkan sekaligus menjaga performa mesin pirolisis agar tetap optimal dan memiliki usia pakai yang lebih panjang.

Melalui teknologi pirolisis, plastik yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual diubah menjadi sumber energi alternatif berupa solar, bensin, minyak tanah, hingga gas yang masih dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Lebih dari sekadar inovasi teknologi, pengembangan Lab Dharma Eco-Theology juga menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program ini dikembangkan sebagai Program Kredensial Mikro sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pengelolaan lingkungan, pengoperasian teknologi pirolisis, hingga pemberdayaan masyarakat.

Kampus juga terus memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penanganan limbah dari hulu melalui budaya memilah sampah sejak tingkat rumah tangga.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa limbah plastik yang selama ini dianggap sebagai masalah ternyata memiliki potensi besar untuk diolah menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi.

Ke depan, program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya ekosistem ekonomi sirkular yang memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, maupun dunia pendidikan.

Menurut Dr. Sulaiman, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa persoalan sampah dapat diatasi melalui kolaborasi, edukasi, dan inovasi teknologi. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Terobosan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Wonogiri melalui Dinas Lingkungan Hidup saat kegiatan Pelatihan Mesin Pirolisis STAB Negeri Raden Wijaya Wonogiri GPM 15 Cyclone with Heater R2 yang diselenggarakan pada 24 Juni 2026.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonogiri, Bahari, didampingi Kepala Bidang Tata Lingkungan Wiwik Pujihastuti Ekowati, menilai pengelolaan sampah memiliki potensi ekonomi yang sangat besar apabila dilakukan secara tepat.

“Manajemen sampah memiliki nilai ekonomi. Paling tidak kita sudah memulai, tidak hanya sekadar statement atau katanya-katanya, tetapi melalui aksi nyata,” ungkap Bahari.

Ia juga memberikan apresiasi atas konsistensi STAB Negeri Raden Wijaya dalam mengembangkan inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi yang melibatkan masyarakat.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik dan perlu terus dikembangkan. Kesadaran dalam pengelolaan sampah harus dibangun bersama dan diimplementasikan oleh seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Wonogiri,” tambahnya.

Melalui pengembangan Eco-Theology Living Laboratory Dharma Ekologi, STABN Raden Wijaya berharap inovasi ini tidak hanya menjadi solusi atas persoalan sampah plastik, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, penelitian, pengembangan teknologi ramah lingkungan, serta mampu menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan edukasi bagi masyarakat.

Di tengah meningkatnya volume sampah plastik setiap tahun, inovasi yang lahir dari Wonogiri ini menunjukkan bahwa limbah bukan selalu akhir dari sebuah persoalan. Dengan teknologi, edukasi, dan kolaborasi, sampah dapat berubah menjadi energi yang memberi manfaat bagi banyak orang.
Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |