10 Hari Berlalu, Operasi SAR Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dihentikan

2 hours ago 7

Selama operasi SAR, pencarian dilakukan melalui jalur laut, udara, dan darat.

Red: Edwin Dwi Putranto

KRI Teluk Gilimanuk-531 mengarungi perairan Selat Sunda saat melakukan operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak pada hari kesepuluh, Banten, Kamis (17/9/2026). Operasi SAR terhadap rombongan jurnalis dan kru KM Arupadatu I tersebut resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari. (FOTO : ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Gubernur Banten Andra Soni (tengah) didampingi Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad (kiri) dan Komandan Lanal (Danlanal) Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani (kanan) memberikan keterangan terkait operasi SAR pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (17/9/2026). Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda setelah berlangsung selama 10 hari. (FOTO : ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Istri jurnalis ANTARA yang hilang kontak, M Bagus Khoirunas, Desi Purnama Sari (kiri); istri jurnalis Merdeka.com, Arie Basuki, Yanti (tengah); dan istri jurnalis iNews, Yudistiro Pranoto, Rodiah Nasution (kanan), menangis usai pertemuan dengan tim SAR gabungan di Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (17/9/2026). Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis dan awak kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda setelah berlangsung selama 10 hari. (FOTO : ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jurnalis meletakkan bunga mawar saat mengikuti doa bersama untuk jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (17/9/2026). Keluarga dan tim SAR gabungan menggelar doa bersama pada hari terakhir operasi pencarian dan pertolongan terhadap rombongan jurnalis dan awak kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda setelah operasi berlangsung selama 10 hari. (FOTO : ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- 

Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian jurnalis dan awak kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kamis (17/9/2026). Keputusan tersebut diambil setelah upaya pencarian berlangsung selama 10 hari sejak rombongan berangkat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Selama operasi, pencarian dilakukan melalui jalur laut, udara, dan darat dengan melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan. Penghentian operasi menjadi momen berat bagi keluarga yang selama 10 hari menanti kabar keberadaan delapan orang dalam rombongan tersebut.

sumber : Antara Foto

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |