300 Orang Akan Hadiri Konsolidasi Konferensi Republik

2 hours ago 8

SEBANYAK 300 orang dari berbagai elemen masyarakat mulai dari akademisi, pegiat, hingga guru besar dan mahasiswa mendaftar untuk Konsolidasi Nasional Konferensi Republik di Jakarta pada Ahad, 28 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ketua Forum Indonesia Muda, Mandira Bienna Elmir, yang ikut dalam konsolidasi nasional besok, mengatakan forum ini terbuka bagi semua kalangan yang resah terhadap kondisi bangsa saat ini.

“Akan terbuka, sejauh ini yang sudah mendaftar sekitar 300 orang,” kata Mandira dihubungi pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Mandira mengatakan, pada prinsipnya ini merupakan forum keresahan bersama. Melalui Konferensi Republik, masyarakat sipil bisa mendukung satu sama lain. “Jika diperlukan platform untuk dukungan masyarakat sipil ini, maka ini nanti bisa jadi pembahasan,” kata Mandira. 

Mandira mengatakan belum mendapat informasi apakah badan eksekutif mahasiswa (BEM) akan ikut dalam konsolidasi besok setelah gelombang aksi mahasiswa sebulan terakhir. “Tetapi, technically semuanya diajak karena makna masyarakat sipil ini tidak dibatasi kelompok tertentu,” tuturnya. 

Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Konferensi Republik menggelar konsolidasi nasional bertajuk ‘Jalan Menata Kembali Republik’ di kampus Salemba Universitas Indonesia, Jakarta Pusat, pada Ahad pagi, 28 Juni 2026.

Sekretaris Umum Panitia Konferensi Republik, Yanuar Nugroho, mengatakan agenda besok berbeda dengan acara Konferensi Republik yang digelar komunitas sipil di berbagai kota seperti Jakarta atau Yogyakarta, atau kota lain sebelumnya. 

“Konsolnas Konferensi Republik besok akan membahas dan mencoba menyepakati tiga agenda utama,” kata Yanuar pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Pertama, konsolidasi besok akan membahas landasan gerakan seperti nilai, tujuan, dan arah gerakan Konferensi Republik. Kedua, konsolidasi nasional juga akan menetapkan bentuk organisasi, jaringan, dan cara kerjanya. 

“Ketiga akan membahas kepemimpinan. Jejaring atau koordinasi sipil tetap butuh mereka yang mau bekerja di depan dan di balik layar untuk memastikan komunikasi dan koordinasi terjadi tanpa memonopoli,” kata Yanuar. 

Menurut Yanuar, mereka yang bergabung di Konferensi Republik merupakan organisasi atau simpul sipil otonom. Sehingga masing-masing sudah punya perannya, tetapi mereka memiliki keresahan yang sama. 

“Maka Konferensi Republik ini tidak melebur mereka, melainkan menghubungkan berbagai organisasi atau simpul ini agar bisa ketemu, koordinasi, saling mendukung, saling memperkuat gerakan, berbagi agenda dan lainnya,” ujarnya.

Yanuar juga menegaskan tidak menutup pintu bagi gerakan mahasiswa untuk bergabung. Bahkan, kata dia, ada mahasiswa yang bergabung dengan Konferensi Republik ini meski tidak mewakili badan eksekutif mahasiswa mereka. Ia pun mempersilakan mahasiswa ikut dalam konsolidasi nasional besok. 

Konsolidasi nasional besok merupakan tindak lanjut dari Konferensi Republik pertama yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 30 Mei 2026. Konsolidasi Konferensi Republik di Yogyakarta diikuti ratusan organisasi masyarakat sipil, aktivis, hingga akademikus.

Konferensi di Universitas Gadjah Mada ini menghasilkan sejumlah temuan pokok. Salah satunya adalah atensi terhadap kesulitan yang berlangsung secara bersamaan pada berbagai kehidupan republik.

Masyarakat sipil juga mempermasalahkan lembaga-lembaga demokrasi yang jauh dari fungsi representasi dan pengawasan meskipun berjalan formal. Menurut Konferensi Republik, krisis telah terjadi dan bersifat lintas-sektor dan menyentuh hubungan warga negara.

Daniel A. Fajri berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |