Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan masih ada lima korban yang dirawat imbas kecelakaan maut Kereta api listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) lalu.
Peristiwa itu diketahui juga menyebabkan 16 orang meninggal dunia.
"Kejadian ini mengakibatkan 124 korban, termasuk 16 korban meninggal dunia, 5 korban yang masih dirawat dan 103 korban yang sudah kembali ke rumah masing masing," kata Dudy dalam rapat dengan Komisi V DPR RI, Kamis (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dudy mengatakan Kemenhub menghormati proses investigasi yang masih berlangsung oleh KNKT.
"Mendukung pelaksanaannya secara independen, profesional serta transparan," ujarnya.
Berdasar keterangan resmi Kementerian Perhubungan, insiden itu bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
Sebagai dampak peristiwa itu, petugas lalu memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.
(yoa/ugo)
Add
as a preferred source on Google

13 hours ago
11














































