INFO TEMPO - Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, mengarahkan hampir dua pertiga tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana. Dari total alokasi Rp 165,96 miliar, sebesar Rp 104,15 miliar diprioritaskan membiayai pembangunan jalan, jembatan, drainase, sarana air bersih, hingga fasilitas pendidikan.
Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal mengatakan, tambahan TKD telah masuk seluruhnya ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sehingga pemerintah daerah dapat segera menjalankan program-program pemulihan dan ditetapkan melalui Peraturan Bupati Batu Bara Nomor 15 Tahun 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, yakni Rp 104,15 miliar yang tersebar di sejumlah perangkat daerah," kata Syafrizal dalam Rapat Koordinasi Penggunaan TKD Tambahan Kabupaten Batu Bara, Rabu, 15 Juli 2026. Menurut dia, pembangunan infrastruktur difokuskan pada perbaikan jalan, jembatan, drainase, sarana air bersih, serta fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.
Usai rapat koordinasi, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera bersama Kementerian Dalam Negeri meninjau Jalan Datuk Umar Palangki di Desa Tanjung Muda, Kecamatan Air Putih, yang menjadi salah satu lokasi prioritas penanganan menggunakan TKD Tambahan.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan percepatan pelaksanaan kegiatan sehingga alokasi anggaran untuk infrastruktur dapat segera diwujudkan menjadi pembangunan fisik yang manfaatnya dirasakan masyarakat.
Jalan Datuk Umar Palangki menjadi salah satu ruas penting di Kecamatan Air Putih yang menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat aktivitas ekonomi, layanan kesehatan, serta fasilitas pendidikan di sekitar Indrapura dan Tanjung Muda.
Ruas jalan tersebut menjadi salah satu prioritas penanganan karena kondisinya mengalami kerusakan yang mengganggu mobilitas masyarakat. Saat bencana melanda Sumatra, jalan ini juga dimanfaatkan sebagai salah satu jalur pendukung distribusi logistik penanganan darurat sehingga percepatan penanganannya dinilai penting.
Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Horas Maurits Panjaitan mengapresiasi langkah Pemkab Batu Bara. Namun, ia mengingatkan agar seluruh kegiatan yang telah direncanakan memiliki indikator, target, sasaran, dan capaian yang terukur. "Tolong laporkan secara berkala progres pelaksanaan kegiatan melalui tautan yang sudah disiapkan," kata Horas.
Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal dalam Rapat Koordinasi (Rakor) penggunaan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Kabupaten Batu Bara di Aula Rumah Dinas Bupati Batu Bara, Kecamatan Sei Suka, Rabu, 15 Juli 2026. Dok. Diskominfo Batu Bara
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga menilai Kabupaten Batu Bara termasuk daerah yang pulih relatif lebih cepat berdasarkan 36 indikator pemulihan. Meski demikian, ia mengingatkan agar pemanfaatan TKD Tambahan tidak berhenti pada percepatan pemulihan dampak bencana, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Menurut Kastorius, pemerintah daerah dapat memanfaatkan anggaran tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan. “Perlu mempersiapkan command center berikut sarprasnya serta kegiatan-kegiatan sosialisasi ke masyarakat untuk mencegah karhutla. Kegiatan ini dapat didanai dari TKD Tambahan 2026,” ujar dia.
Penggunaan untuk mitigasi bencana ini diatur dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.3/1084/SJ poin 4 huruf a yang menyebutkan bahwa pemda dapat menyediakan anggaran untuk kebutuhan prabencana meliputi kesiapsiagaan, peringatan dini, serta mitigasi.
Ketua Satgas PRR Tito Karnavian juga telah menegaskan bahwa pemerintah pusat memberikan keleluasaan kepada pemerintah daerah dalam memanfaatkan TKD Tambahan. "Saya berikan kesempatan luas sekali penggunaannya. Bisa untuk membangun, memperkuat jalan, memperkuat jembatan, hingga memperkuat infrastruktur daerah-daerah yang rawan bencana," kata Tito. (*)

















































