DI tengah maraknya tren perawatan kulit dan berbagai cara untuk mendapatkan wajah yang tampak bercahaya, olahraga mulai dilirik sebagai salah satu faktor yang dapat memberikan efek serupa. Selain menjaga kebugaran tubuh, aktivitas fisik juga disebut berkaitan dengan suasana hati yang lebih baik, peningkatan energi, hingga rasa percaya diri yang lebih tinggi.
Hubungan antara olahraga dan apa yang kerap disebut sebagai glow alami menjadi salah satu temuan dalam sejumlah penelitian yang dilakukan perusahaan perlengkapan olahraga asal Jepang, ASICS. Melalui kampanye "Get The Glow", perusahaan tersebut mengangkat gagasan bahwa pancaran positif seseorang tidak hanya berasal dari penampilan fisik, tetapi juga dari kondisi mental yang lebih baik setelah bergerak.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Presiden Direktur ASICS Indonesia Yuya Sugiyama mengatakan kampanye tersebut berangkat dari filosofi "Sound Mind, Sound Body" yang telah lama menjadi dasar perusahaan. "ASICS percaya pada filosofi Anima Sana In Corpore Sano atau Sound Mind, Sound Body yang mengajarkan bahwa ketika tubuh bergerak, pikiran juga ikut bergerak menjadi lebih positif," kata Yuya di kawasan Senayan, Minggu, 21 Juni 2026.
Menurut dia, meluangkan waktu sekitar 15 menit untuk bergerak setiap hari sudah dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Pernyataan tersebut didasarkan pada sejumlah penelitian yang dilakukan ASICS dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satunya "Uplifting Minds Study" yang dipimpin peneliti King's College London, Brendon Stubbs. Studi itu menemukan kondisi mental seseorang mulai menunjukkan peningkatan setelah melakukan aktivitas fisik selama 15 menit 9 detik. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, joging ringan, atau bentuk gerakan lainnya dapat membantu meningkatkan suasana hati, rasa percaya diri, dan energi positif.
Presiden Direktur ASICS Indonesia Yuya Sugiyama bersama peserta "ASICS Get the Glow 2026" di Bunkr, fasilitas Hyrox Training Club, di kawasan Senayan, pada Minggu 21 Juni 2026. Doc. Istimewa.
Temuan lain muncul dari eksperimen bertajuk "Mind Race". Dalam penelitian tersebut, sejumlah orang yang rutin berolahraga diminta menghentikan aktivitas fisik mereka selama satu pekan. Hasilnya menunjukkan adanya penurunan kondisi mental yang cukup signifikan. Tingkat kepercayaan diri peserta turun 20 persen, perasaan positif menurun 16 persen, energi berkurang 23 persen, dan kemampuan menghadapi stres turun 22 persen. Pikiran yang berlarian atau racing thoughts juga meningkat 23 persen.
Secara keseluruhan, skor kondisi mental atau State of Mind peserta turun rata-rata 18 persen setelah satu pekan tidak berolahraga. Namun para peneliti menemukan dampak tersebut dapat pulih dengan cepat ketika peserta kembali menjalani rutinitas aktivitas fisik mereka.
Head of Brand and Marketing ASICS Indonesia Fajar Nugraha mengatakan riset mengenai manfaat aktivitas fisik tersebut dilakukan di berbagai negara dan melibatkan responden dari beragam latar belakang. Menurut dia, penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa survei terhadap responden dengan kelompok usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas yang berbeda-beda.
Tahap kedua melibatkan individu yang aktivitas utamanya lebih banyak mengandalkan kemampuan berpikir, seperti pemain catur dan atlet esports. "Kami ingin melihat apakah ketika mereka lebih aktif secara fisik akan berdampak pada performa mereka secara keseluruhan," kata Fajar kepada Tempo.
Untuk memperkenalkan temuan tersebut di Indonesia, ASICS menggelar Get The Glow Challenge di Bunkr, fasilitas Hyrox Training Club di kawasan Senayan, Jakarta, Ahad, 21 Juni 2026. Acara itu melibatkan peserta dari komunitas olahraga, media, dan sejumlah figur publik.
Tempo ikut menjajal langsung rangkaian tantangan yang disiapkan dalam kegiatan tersebut. Dalam format relay, peserta dibagi ke dalam tim berisi empat orang dan bergantian menyelesaikan sejumlah tantangan fisik, mulai dari lari, sled push, wall balls, farmer carry, ski erg sejauh 500 meter,hingga core ball.
Intensitas latihan terasa tinggi sejak awal. Setiap anggota tim mendapatkan misi untuk menyelesaikan satu tantangan di setiap station. Usai tantangan berakhir, wajah para peserta tampak memerah dan basah oleh keringat. Namun yang terlihat bukan hanya ekspresi kelelahan. Banyak peserta justru tampak tersenyum, saling menyemangati, dan berbagi cerita mengenai tantangan yang baru saja mereka selesaikan.
Pengalaman tersebut sejalan dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik tidak hanya berdampak pada kebugaran tubuh, tetapi juga berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang. Meski istilah glow lebih sering dikaitkan dengan penampilan kulit, sejumlah studi menunjukkan bahwa perasaan lebih segar, lebih percaya diri, dan suasana hati yang lebih baik juga menjadi bagian dari manfaat yang dapat dirasakan setelah berolahraga.
Di tengah berkembangnya berbagai metode perawatan diri, aktivitas fisik tetap menjadi salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus kesehatan mental.

















































