CANTIKA.COM, Jakarta - Memilih pasangan hidup bukan hanya soal jatuh cinta. Banyak hubungan dimulai dengan perasaan yang intens, chemistry yang kuat, atau ketertarikan emosional yang terasa sangat meyakinkan di awal. Namun, seiring waktu berjalan, tidak sedikit hubungan yang justru berakhir karena fondasinya tidak cukup kuat untuk menopang kehidupan bersama dalam jangka panjang.
Faktanya, sebagian besar orang tidak pernah benar-benar diajarkan bagaimana memilih pasangan hidup secara sadar dan sehat. Kita lebih sering belajar dari pengalaman pribadi, pengamatan lingkungan, atau bahkan luka dari hubungan sebelumnya. Karena itu, banyak orang baru menyadari apa yang penting dalam hubungan setelah menghadapi konflik besar atau perpisahan.
Dilansir dari Psychology Today, psikolog terapis Andrea Wachter membagikan kerangka sederhana namun sangat relevan: empat kriteria utama dalam memilih pasangan hidup. Kerangka ini membantu seseorang menilai hubungan bukan hanya berdasarkan perasaan sesaat, tetapi juga kesiapan untuk membangun hubungan jangka panjang yang stabil dan memuaskan.
1. Cara Pasangan Memperlakukanmu: Fondasi Hubungan yang Sehat
Kriteria pertama, sekaligus yang paling mendasar, adalah bagaimana pasangan memperlakukanmu. Ini bukan sekadar tentang momen romantis atau perhatian di awal hubungan, melainkan tentang pola perilaku yang konsisten.
Ada beberapa pertanyaan penting yang perlu diajukan pada diri sendiri:
Apakah aku merasa dihargai dalam hubungan ini?
Apakah aku merasa aman secara emosional?
Bagaimana caranya berbicara kepadaku saat sedang marah atau berbeda pendapat?
Pasangan yang layak dipertimbangkan sebagai pasangan hidup akan menunjukkan rasa hormat, empati, dan kedewasaan emosional, terutama saat konflik muncul. Tidak ada hubungan yang bebas masalah, tetapi cara seseorang menghadapi konflik jauh lebih penting daripada seberapa sering konflik itu terjadi.
Jika sejak awal kamu sering merasa diremehkan, tidak didengar, atau harus terus-menerus menyesuaikan diri agar tidak memicu emosi pasangan, itu bisa menjadi tanda bahaya. Hubungan jangka panjang membutuhkan rasa aman, bukan kecemasan yang konstan.
2. Rasa Hormat terhadap Pasangan sebagai Individu
Kriteria kedua adalah apakah kamu benar-benar menghormati pasanganmu sebagai pribadi. Rasa hormat berbeda dengan sekadar rasa suka atau ketertarikan.
Menghormati pasangan berarti banyak hal, seperti kamu dapat menghargai nilai hidup dan prinsipnya, meskipun tidak selalu sama denganmu. Lalu, kamu juga tidak merasa perlu “mengubah” siapa dia agar sesuai dengan ekspektasimu, dan mengagumi cara berpikir, sikap, atau caranya dalam menjalani hidup.
Dalam hubungan jangka panjang, rasa hormat menjadi pengikat yang sangat kuat. Ketertarikan fisik bisa memudar, dan chemistry bisa berubah seiring waktu, tetapi rasa hormat yang tulus membuat dua orang tetap ingin saling mendukung dan tumbuh bersama.
Jika kamu sering merasa malu dengan pasangan, meremehkan pilihannya, atau merasa “lebih baik” darinya, hubungan tersebut berisiko dipenuhi ketimpangan emosional di masa depan.
3. Kecocokan Nilai, Tujuan, dan Gaya Hidup
Banyak orang mengira kecocokan berarti harus memiliki kepribadian, hobi, atau kebiasaan yang sama. Padahal, yang jauh lebih penting adalah kecocokan dalam hal-hal fundamental.
Menurut artikel ini, kompatibilitas bisa dinilai secara realistis, misalnya dengan skala 1 hingga 10. Hubungan jangka panjang umumnya membutuhkan tingkat kecocokan minimal di angka menengah, bukan sempurna, tetapi cukup stabil.
Aspek kecocokan yang penting meliputi banyak hal, antara lain:
Pandangan tentang keluarga dan komitmen
Tujuan hidup dan prioritas jangka panjang
Cara mengelola keuangan
Gaya hidup dan ritme keseharian
Cara memandang pekerjaan, waktu luang, dan relasi sosial
Perbedaan tetap bisa ada, dan justru sering memperkaya hubungan. Namun, perbedaan pada nilai inti yang sangat bertolak belakang berpotensi menjadi sumber konflik besar di kemudian hari.
4. Chemistry: Penting, tapi Bukan Segalanya
Chemistry sering kali menjadi alasan utama seseorang bertahan dalam hubungan, bahkan ketika banyak hal lain terasa tidak sehat. Dalam konteks memilih pasangan hidup, chemistry tetap penting, tetapi perlu ditempatkan secara proporsional.
Chemistry mencakup berbagai hal seperti, ketertarikan fisik, koneksi emosional, dan adanya rasa nyaman dan tertarik untuk terus dekat
Menurut Andrea, hadirnya chemistry idealnya berada pada tingkat yang “cukup”, bukan harus luar biasa. Tetapi, chemistry yang terlalu dominan tanpa didukung oleh rasa hormat, perlakuan yang sehat, dan kecocokan nilai justru sering membuat seseorang mengabaikan tanda-tanda masalah yang serius.
Hubungan yang sehat tidak hanya membuat jantung berdebar, tetapi juga memberi rasa tenang dan stabil.
Mengapa Empat Kriteria Ini Penting untuk Hubungan Jangka Panjang?
Keempat kriteria ini saling melengkapi. Jika salah satu tidak terpenuhi, hubungan mungkin masih bisa berjalan, tetapi berisiko tidak seimbang atau melelahkan secara emosional.
Banyak hubungan gagal bukan karena kurang cinta, melainkan karena ketiadaan ada rasa aman dan saling menghormati. Selain itu, hubungan asmara gagal karena terlalu banyak perbedaan nilai inti, dan hanya mengandalkan chemistry tanpa fondasi yang kuat.
Dengan menggunakan empat kriteria ini sebagai panduan, seseorang dapat membuat keputusan yang lebih sadar, realistis, dan berorientasi jangka panjang.
Cinta memang penting, tetapi hubungan seumur hidup membutuhkan lebih dari sekadar perasaan. Dibutuhkan kesadaran, kematangan emosional, dan keberanian untuk jujur pada diri sendiri.
Empat kriteria dari Andrea Wachter ini bukan aturan kaku, melainkan alat refleksi. Alat untuk membantu seseorang bertanya: apakah hubungan ini benar-benar sehat, saling menghargai, dan layak diperjuangkan dalam jangka panjang?
Memilih pasangan hidup bukan tentang menemukan orang yang sempurna, melainkan menemukan seseorang yang tepat untuk tumbuh bersama, menghadapi konflik dengan dewasa, dan membangun kehidupan yang stabil secara emosional maupun praktis.
Pilihan Editor: Jangan Diam, Ini 5 Cara Aman Membantu Korban Kekerasan dalam Hubungan
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

















































