Deretan Etnis Indonesia dengan Tradisi Merantau yang Kental

19 hours ago 10

Indonesia dikenal dengan keberagaman etnis dan budaya, memiliki beberapa etnis yang kental dengan tradisi merantau. Merantau bukan sekadar perpindahan tempat tinggal, tetapi juga bagian dari perjalanan hidup yang diwariskan secara turun-temurun.

Fenomena tersebut kerap terlihat saat mudik lebaran. Pergerakan pemudik sedikit banyak bisa memetakan tradisi tersebut. Banyak faktor yang mendorong masyarakat dari suku-suku tertentu untuk meninggalkan kampung halaman mereka, mulai dari alasan ekonomi, pendidikan, hingga pengaruh budaya dan sistem sosial yang telah berkembang selama berabad-abad.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa suku di Indonesia yang memiliki tradisi merantau yang kuat.

1. Suku Batak

Budaya merantau di kalangan Suku Batak baru berkembang sekitar abad ke-19 dan 20, tetapi dalam kurun waktu tersebut, tradisi ini telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Batak. Dilansir dari buku berjudul Hagabeon, Hamoraon, Hasangapon karya Agus Parasian Sinaga, orang Batak menganut filosofi hidup Hagabeon (banyak keturunan), Hasangapon (kehormatan), Habontaron (harta), dan Harajaon (kekuasaan), menjadi dorongan utama bagi mereka untuk keluar dari kampung halaman dan mencari kehidupan yang lebih baik di berbagai daerah. Kini, hampir di seluruh wilayah Indonesia terdapat komunitas Batak yang terkenal dengan semangat kerja keras dan daya juang tinggi.

2. Suku Minangkabau

Suku Minangkabau merupakan salah satu etnis yang memiliki tradisi merantau paling kuat di Indonesia. Istilah "merantau" sendiri berasal dari bahasa Minangkabau yang berarti pergi ke wilayah rantau atau daerah di luar kampung halaman. Dilansir dari artikel Tempo berjudul 5 Prinsip Merantau Orang Minangkabau, tradisi ini telah berlangsung sejak abad ke-7 dan umumnya dilakukan oleh laki-laki Minangkabau setelah menginjak usia dewasa. Mereka meninggalkan kampung halaman untuk mencari pengalaman, pendidikan, serta kesuksesan ekonomi. Menariknya, meskipun banyak perantau Minangkabau tersebar di berbagai daerah, mereka tetap menjaga ikatan dengan kampung halaman dan sering kembali membawa ilmu serta kekayaan yang mereka peroleh.

3. Suku Jawa

Meskipun Suku Jawa secara tradisional dikenal dengan filosofi "mangan ora mangan asal kumpul" yang mencerminkan nilai kebersamaan dan keterikatan keluarga, dalam beberapa dekade terakhir budaya merantau berkembang pesat di kalangan mereka. Kini, orang Jawa dapat ditemukan hampir di seluruh Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri.

Kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru serta sifat yang fleksibel membuat mereka diterima oleh masyarakat setempat. Meskipun mereka tidak memiliki tradisi merantau sekuat suku lain seperti Minangkabau atau Bugis-Makassar, persebaran mereka yang luas menunjukkan bahwa mobilitas mereka dalam beberapa generasi terakhir sangat signifikan.

4. Suku Banjar

Suku Banjar yang berasal dari Kalimantan Selatan juga memiliki budaya merantau yang telah berlangsung selama ratusan bahkan ribuan tahun. Mereka tidak hanya tersebar di berbagai wilayah Indonesia seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Riau, dan Jambi, tetapi juga hingga ke Malaysia, Singapura, dan Brunei. Sejarah juga mencatat bahwa keturunan mereka bahkan ditemukan di Madagaskar, menunjukkan adanya jejak migrasi yang sangat luas. Identitas mereka sebagai orang Banjar tetap terjaga meskipun telah lama hidup di perantauan.

5. Suku Bugis-Makassar

Suku Bugis-Makassar merupakan kelompok masyarakat yang terkenal sebagai perantau ulung, bahkan sejak zaman kerajaan. Tradisi merantau mereka semakin berkembang setelah kekalahan Kerajaan Gowa dalam Perjanjian Bongaya tahun 1667, yang membuat banyak orang Bugis-Makassar meninggalkan kampung halaman mereka. Dengan keahlian maritim yang mumpuni, mereka tersebar ke berbagai penjuru Nusantara dan Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Thailand, hingga Filipina. Keuletan, semangat kebebasan, dan keterampilan berdagang menjadi faktor utama keberhasilan mereka di perantauan.

6. Suku Bawean

Suku Bawean berasal dari sebuah pulau kecil di antara Kalimantan dan Jawa. Meskipun jumlah populasi mereka tidak sebesar suku-suku lain, persentase perantau Bawean sangat tinggi dibandingkan dengan jumlah penduduk di kampung halaman mereka. Sejak abad ke-19, banyak orang Bawean yang merantau ke Malaysia, di mana mereka lebih dikenal sebagai "Orang Boyan." Kemampuan mereka dalam berbagai bidang pekerjaan, mulai dari tenaga kerja hingga sektor wirausaha, membuat mereka mampu bertahan dan berkembang di tanah perantauan.

7. Suku Madura

Suku Madura memiliki tradisi merantau yang cukup kuat, meskipun jumlah perantaunya tidak sebesar Minangkabau atau Bugis-Makassar. Mereka banyak berpindah ke berbagai wilayah di Indonesia, terutama ke Pulau Jawa dan Kalimantan. Dalam beberapa dekade terakhir, semakin banyak orang Madura yang merantau ke Sumatera dan daerah lainnya. 

Wilda Hasanah berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pilihan Editor: Arus Balik Mudik di Nagreg Mulai Meningkat
 

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |