Desainer Valentino Garavani Meninggal di Usia 93, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya

2 hours ago 9

CANTIKA.COM, Jakarta - Perancang busana asal Italia, Valentino Garavani, meninggal di usia 93 tahun. Ia wafat di kediamannya di Roma, dikelilingi oleh orang-orang terdekatnya. Kabar duka ini diumumkan lewat akun media sosial rumah mode yang didirikannya 67 tahun lalu. 

Valentino Garavani meninggal dunia hari ini di kediamannya di Roma, dikelilingi oleh orang-orang terkasihnya,” bunyi unggahan obituari di Instagram @maisonvalentino pada Senin, 19 Januari 2026 waktu setempat atau Selasa pagi waktu Indonesia.

Pemakaman Valentino dijadwalkan di Roma pada Jumat pekan ini.

Valentino pensiun dari dunia mode pada tahun 2008, setelah lebih dari setengah abad membangun kerajaan haute couture yang menjadikannya salah satu nama paling berpengaruh di industri mode global.

Ikon Mode dari Era Keemasan Haute Couture

Sebagai pendiri rumah mode Valentino, ia dikenal lewat estetika elegan, siluet klasik, dan warna khas yang ikonis yaituMerah Valentino. Gaya rancangannya yang tidak pernah berlebihan menjadikan ia favorit para bangsawan, ibu negara, hingga bintang film lintas generasi.

Kliennya termasuk Jackie Kennedy Onassis, Julia Roberts, dan Ratu Rania dari Yordania, kerap memuji bagaimana Valentino membuat mereka merasa cantik dan percaya diri.

“Saya tahu apa yang diinginkan perempuan. Mereka ingin menjadi cantik,” ujar Valentino dalam salah satu wawancara.

Raja Red Carpet Hollywood

Valentino dikenal sebagai “raja karpet merah”. Gaun-gaunnya kerap mendominasi ajang penghargaan bergengsi seperti Academy Awards.

Momen paling ikonis terjadi pada Oscar 2001, ketika Julia Roberts mengenakan gaun kolom hitam-putih klasik Valentino saat menerima penghargaan Aktris Terbaik. Cate Blanchett juga tampil memukau dalam gaun sutra kuning satu bahu rancangan Valentino saat memenangkan Oscar pada 2004.

Gaya rancangannya selalu mengutamakan keanggunan, menjadikannya pilihan utama selebritas papan atas untuk acara formal.

Kehidupan Pribadi dan Pandangan tentang Gaya

Valentino menjalani hidup bersama pasangannya selama puluhan tahun, Giancarlo Giammetti. Keduanya tinggal berpindah-pindah antara New York, London, Roma, Capri, hingga Gstaad, Swiss, bersama anjing pug kesayangan mereka.

Pasangan ini dikenal sering menggelar jamuan untuk tamu kelas atas seperti Madonna dan Gwyneth Paltrow.

Dalam wawancara tahun 2007, Valentino pernah menyampaikan pandangannya tentang penampilan perempuan.

“Bagi saya, perempuan itu seperti buket bunga yang indah. Ia harus selalu tampil sensasional, selalu menyenangkan, selalu sempurna,” ujarnya kepada RTL.

Dari Voghera ke Panggung Dunia

Valentino lahir pada 11 Mei 1932 di Voghera, Italia utara. Ia berasal keluarga berada. Kecintaannya pada film dan gaya glamor para bintang yang membuat ia jatuh cinta pada mode.

Ia belajar mode di Milan dan Paris, lalu bekerja untuk desainer ternama seperti Jean Desses dan Guy Laroche sebelum mendirikan rumah mode Valentino di Via Condotti, Roma, pada 1959.

Sejak awal, Giancarlo Giammetti menangani sisi bisnis, sementara Valentino fokus membangun citra merek dan basis klien dari kalangan elite dunia.

Merek Valentino sempat mengalami kesulitan finansial di awal, tapi kemudian berkembang pesat. Pelanggan awalnya termasuk Gina Lollobrigida, Sophia Loren, Elizabeth Taylor, dan Audrey Hepburn. Editor Vogue Amerika, Diana Vreeland, juga menjadi mentor penting dalam kariernya.

Ekspansi Global dan Transformasi Kepemimpinan

Pada 1998, label Valentino dijual ke perusahaan induk Italia dengan nilai sekitar USD 300 juta. Valentino tetap menjabat sebagai desainer utama selama satu dekade berikutnya.

Setelah pensiun pada 2008, posisi kreatif sempat dipegang oleh Alessandra Facchinetti, lalu digantikan oleh Maria Grazia Chiuri dan Pier Paolo Piccioli. Chiuri kemudian memimpin Dior, sementara Piccioli membawa Valentino ke era modern dengan ciri khas Pink PP sebelum hengkang pada 2024.

Sekarang, rumah mode Valentino dipimpin oleh Alessandro Michele, mantan direktur kreatif Gucci.

Valentino dimiliki oleh Mayhoola dari Qatar (70 persen saham) dan Kering dari Prancis (30 persen), dengan opsi akuisisi penuh pada 2028 atau 2029. Richard Bellini diangkat sebagai CEO pada September lalu.

Warisan Abadi Valentino

Valentino menjadi subjek berbagai pameran retrospektif, termasuk di Musée des Arts Décoratifs di Paris, serta film dokumenter populer “Valentino: The Last Emperor” (2008).

Pada 2011, Valentino dan Giammetti juga meluncurkan museum virtual yang menampilkan sekitar 300 karya ikonis sang desainer, sehingga publik bisa menikmati warisannya secara digital.

Rest in peace, Padre Valentino...

Pilihan Editor: Perjalanan Karier Alessandro Michele, Kini sebagai Direktur Kreatif Valentino

NBC NEWS | FORBES 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |