CANTIKA.COM, Jakarta - Setelah penantian panjang, EXO akhirnya resmi comeback pada Januari 2026 dengan merilis album studio kedelapan bertajuk REVERXE. Comeback ini langsung mencuri perhatian penggemar K-Pop global karena menjadi proyek grup pertama mereka setelah jeda cukup lama akibat wajib militer dan fokus aktivitas solo masing-masing anggota.
Album REVERXE dirilis pada 19 Januari 2026 dan menandai babak baru perjalanan EXO sebagai grup senior yang tetap relevan di industri musik Korea Selatan.
Album REVERXE, Penanda Era Baru EXO
REVERXE berisi 9 lagu dengan warna musik yang beragam, mulai dari hard dance, pop elektronik, hingga track bernuansa emosional. Album ini tidak hanya menunjukkan eksplorasi musikal EXO, tetapi juga kedewasaan konsep yang lebih reflektif dan berani.
Beberapa lagu di dalam album menonjolkan sisi hangat dan personal, sementara lagu lainnya menghadirkan energi intens yang mengingatkan pada era awal EXO. Perpaduan ini membuat REVERXE terasa seperti jembatan antara masa lalu dan masa depan grup.
“Crown” Jadi Title Track yang Kuat dan Dramatis
EXO memilih “Crown” sebagai lagu utama dalam album ini. Secara musikal, “Crown” mengusung hard dance track dengan sentuhan drum trap, gitar berat, dan synth elektronik yang agresif. Lagu ini menampilkan sisi EXO yang tegas, penuh tenaga, dan ambisius.
Lirik “Crown” menggunakan metafora mahkota sebagai simbol harga diri, kekuasaan, dan sosok yang layak diperjuangkan. Tema ini seolah merepresentasikan posisi EXO sebagai grup yang telah melewati banyak fase, namun tetap berdiri kokoh di puncak industri.
MV “Crown” Hadirkan Visual Sinematik dan Penuh Makna
Bersamaan dengan perilisan album, EXO juga merilis music video “Crown” yang langsung menuai perhatian. MV ini tampil dengan visual sinematik bernuansa gelap, futuristik, dan penuh simbol, khas konsep dunia EXO yang dikenal dengan lore Exo Planet.
Setiap anggota ditampilkan dalam setting megah dengan kostum high-fashion dan pencahayaan dramatis. Elemen mahkota, ruang abstrak, dan efek visual digunakan sebagai simbol kekuatan, konflik batin, serta perjalanan menuju dominasi.
Alih-alih menampilkan koreografi semata, MV “Crown” lebih menekankan pada storytelling visual. Pendekatan ini memperkuat kesan bahwa EXO tidak hanya menjual musik, tetapi juga narasi dan konsep yang matang.
Comeback kali ini menampilkan enam anggota, yaitu Suho, Chanyeol, D.O., Kai, Sehun, dan Lay. Sementara itu, Baekhyun, Chen, dan Xiumin tidak ikut berpartisipasi dalam album REVERXE karena perbedaan kontrak dan fokus aktivitas masing-masing.
Meski begitu, respons penggemar terhadap comeback EXO tetap sangat besar. MV “Crown” mencatat lonjakan penonton di jam-jam awal perilisan, dan album REVERXE langsung masuk dalam jajaran top chart di berbagai platform musik.
Banyak penggemar menilai comeback ini sebagai bukti bahwa EXO masih memiliki identitas kuat dan daya tarik global, meskipun industri K-Pop kini dipenuhi grup generasi baru.
Melalui REVERXE dan “Crown”, EXO menunjukkan bahwa mereka tidak sekadar kembali, tetapi mengklaim kembali posisi mereka sebagai salah satu grup paling berpengaruh di K-Pop. Konsep yang matang, visual yang kuat, dan musik yang berani menjadi penegasan bahwa EXO masih relevan di era yang terus berubah.
Comeback ini juga membuka peluang untuk aktivitas EXO yang lebih lanjut sepanjang 2026, mulai dari promosi musik, penampilan spesial, hingga kemungkinan tur.
Pilihan Editor: Lay Zhang Batal Ikut Fan Meeting Bersama EXO, Ada Apa?
ALLKPOP | CHOSUN ILBO | X
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.
















































