TIMNAS Argentina memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Inggris 2-1 pada laga semifinal, Rabu, 15 Juli 2026. Kemenangan itu membawa Lionel Messi kembali ke partai puncak bersama La Albiceleste, kali ini untuk menghadapi Spanyol yang diperkuat bintang mudanya, Lamine Yamal.
Menjelang duel tersebut, perhatian publik tidak hanya tertuju pada persaingan dua tim yang memburu gelar juara dunia. Sebuah foto lama yang memperlihatkan Lionel Messi memandikan bayi Lamine Yamal kembali ramai beredar di media sosial.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Foto itu bukanlah gambar baru. Namun, konteksnya berubah setelah Messi dan Yamal dipastikan akan saling berhadapan di final Piala Dunia 2026. Momen yang semula hanya dokumentasi kegiatan amal kini dipandang sebagai simbol pertemuan dua generasi sepak bola dunia.
Menurut laporan Marca, foto tersebut diambil pada 2007 saat Barcelona bekerja sama dengan UNICEF dalam pembuatan kalender amal tahunan. Sejumlah pemain Barcelona diminta berfoto bersama bayi-bayi dari keluarga di Catalunya sebagai bagian dari kegiatan penggalangan dana.
Saat itu, Messi baru berusia 20 tahun dan mulai menjadi sosok penting di tim utama Barcelona. Ia dipasangkan dengan seorang bayi berusia sekitar enam bulan yang belakangan diketahui adalah Lamine Yamal.
Pemotretan dilakukan fotografer Joan Monfort. Dalam salah satu gambar, Messi tampak menopang tubuh Yamal di dalam bak mandi kecil, sementara ibu Yamal berdiri di samping mereka. Foto itu kemudian dimuat dalam kalender amal Barcelona dan UNICEF, tetapi tidak banyak mendapat perhatian setelah kampanye berakhir.
Selama hampir dua dekade, foto tersebut nyaris terlupakan. Baru pada 2024, ayah Lamine Yamal mengunggah kembali gambar itu ketika putranya tengah mencuri perhatian bersama timnas Spanyol di Piala Eropa.
Unggahan tersebut kemudian viral dan menjadi salah satu foto sepak bola yang paling banyak diperbincangkan. Publik melihatnya sebagai pertemuan tak terduga antara Messi, pemain yang kemudian dianggap sebagai salah satu yang terbaik sepanjang sejarah, dengan Yamal yang mulai dipandang sebagai calon penerus generasi berikutnya.
Kini, menjelang final Piala Dunia 2026, foto itu kembali memperoleh makna baru. Messi datang sebagai kapten Argentina sekaligus salah satu pemain tersukses dalam sejarah sepak bola. Di sisi lain, Yamal menjadi tumpuan baru Spanyol dan berpeluang menjalani final Piala Dunia pertamanya.
Perubahan konteks itulah yang membuat foto tersebut kembali viral. Jika pada 2007 gambar itu hanya menjadi bagian dari kampanye amal Barcelona bersama UNICEF, kini banyak yang melihatnya sebagai simbol pergantian generasi dalam sepak bola.
Keduanya juga memiliki ikatan yang sama dengan Barcelona. Messi dan Yamal merupakan lulusan akademi La Masia sebelum menembus tim utama klub asal Catalunya tersebut. Messi kemudian menjelma menjadi legenda Barcelona, sedangkan Yamal kini dipercaya mengenakan nomor punggung 10 yang selama bertahun-tahun identik dengan pemain asal Argentina itu.
Meski demikian, kisah di balik foto tersebut sepenuhnya merupakan kebetulan. Pertemuan Messi dengan keluarga Yamal pada 2007 terjadi semata karena kegiatan sosial Barcelona bersama UNICEF, bukan karena hubungan pribadi di antara keduanya.
Yamal mengaku berharap dapat menghadapi Messi di final Piala Dunia 2026. Menurut dia, kesempatan itu menjadi semakin istimewa karena Finalissima yang seharusnya mempertemukan juara Copa América dan Piala Eropa tidak pernah terlaksana. "Saya sudah tumbuh besar, begitu juga Leo. Saya berharap bisa berhadapan dengannya di final, terutama karena Finalissima tidak jadi digelar," kata Yamal kepada DAZN saat diperlihatkan foto ikonik tersebut.
Hampir dua dekade setelah diambil, foto itu memperoleh makna yang sama sekali berbeda. Dari sebuah sesi pemotretan untuk kalender amal, gambar tersebut kini menjadi pengingat bahwa sepak bola terus melahirkan generasi baru. Ketika Argentina dan Spanyol bertemu di final Piala Dunia 2026, publik kembali melihat foto lama itu bukan sekadar dokumentasi masa lalu, melainkan simbol estafet dari satu generasi ke generasi berikutnya di panggung sepak bola dunia.
















































