Gibran Sungkem Jokowi: Tradisi Jawa Sungkeman dan Maknanya Saat Lebaran

18 hours ago 9

TEMPO.CO, Jakarta - Hari kedua Lebaran tahun ini menjadi momen yang penuh kehangatan bagi Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi dan keluarganya. Pada Selasa, 1 April 2025, Jokowi berkumpul bersama keluarga besarnya di kediamannya yang terletak di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah. 

Gibran Rakabumig Raka, yang merupakan putra sulung Jokowi dan Iriana, tiba di rumah pada pukul 12.30, kemudian dikabarkan melakukan tradisi sungkeman. Wakil Presiden ini tidak datang sendirian, melainkan bersama sang istri, Selvi Ananda, serta kedua anak mereka, Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Setibanya di rumah, Selvi lebih dahulu turun dari mobil, diikuti oleh Jan Ethes dan Gibran yang tampak menggendong La Lembah Manah. Mereka langsung masuk ke dalam rumah untuk berkumpul dengan keluarga besar. Tak berselang lama, sekitar sepuluh menit kemudian, Kaesang Pangarep juga tiba bersama istrinya, Erina Gudono. 

Gibran Rakabuming Raka mengaku mendapat berbagai masukan dari ayahnya, Joko Widodo, saat bertemu di Solo pada momen Lebaran 2025. Namun, ia tak mendetailkan masukan soal kinerjanya dari mantan presiden ketujuh itu.

"Ya, ada beberapa masukan (dari Jokowi)," ungkap Gibran saat ditemui wartawan seusai menemani puluhan anak dari sejumlah panti asuhan di Kota Solo berbelanja baju baru di salah satu toko pakaian di Jalan Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah, Selasa petang, 1 April 2025.

Di tengah kunjungan keluarganya, Jokowi menyempatkan diri keluar rumah untuk menyapa warga yang datang berkunjung. Warga yang berkumpul di sekitar kediaman mantan Wali Kota Solo itu terlihat antusias, banyak di antaranya yang ingin bersalaman dan berfoto bersama sang mantan presiden.

Selain berkumpul bersama keluarga, selama berada di Solo, Gibran juga memiliki agenda lain. Ia berencana mengunjungi beberapa lokasi untuk mendengar langsung keluhan dari masyarakat. Dalam agenda tersebut, Gibran didampingi oleh Wali Kota Solo, Respati Ardi, yang turut serta dalam kunjungan tersebut.

Makna dan Filosofi Sungkeman dalam Tradisi Lebaran

Lebaran merupakan momen yang sangat dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan. Selain sebagai hari kemenangan, Idul Fitri juga menjadi waktu yang tepat untuk saling meminta maaf dan mempererat hubungan dengan keluarga. Salah satu tradisi yang lekat dengan perayaan Lebaran, khususnya di kalangan masyarakat Jawa, adalah sungkeman.

Mengutip dari laman Nahdlatul Ulama (NU), sungkeman adalah tradisi di mana seorang anak bersimpuh di hadapan orang tua atau anggota keluarga yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas bimbingan serta kasih sayang yang telah diberikan sejak lahir hingga dewasa. Tradisi ini memiliki makna yang mendalam, karena bukan sekadar ritual, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kesopanan, tata krama, dan penghormatan terhadap orang tua serta leluhur.

Dalam prosesi sungkeman, anak biasanya berlutut atau duduk lebih rendah dari orang tua mereka sebagai simbol penghormatan. Sungkeman sering kali diiringi dengan permintaan maaf, doa, dan harapan baik agar kehidupan anak mendapat keberkahan serta restu dari orang tua. Momen ini juga menjadi ajang refleksi dan introspeksi bagi setiap individu untuk memperbaiki diri dan menjaga hubungan baik dengan keluarga serta orang-orang terdekat.

Di berbagai daerah di Indonesia, sungkeman tetap dilestarikan sebagai bagian dari tradisi Lebaran. Meskipun bentuk dan pelaksanaannya bisa sedikit berbeda tergantung pada adat setempat, esensi dari tradisi ini tetap sama, yaitu sebagai wujud kasih sayang, penghormatan, dan kebersamaan dalam keluarga.

Septia Ryanthie dan Karunia Putri berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |