Hati-hati, Ini 5 Makanan yang Tidak Aman Disimpan di Suhu Ruangan

4 hours ago 9

CANTIKA.COM, Jakarta - Menyimpan makanan di suhu ruang memang sering dilakukan, terutama ketika makanan baru saja dimasak atau akan segera dikonsumsi. Namun, tidak semua makanan aman dibiarkan terlalu lama di suhu ruangan.

Dalam ilmu keamanan pangan, terdapat istilah “zona bahaya” yaitu rentang suhu sekitar 5–60 derajat Celsius. Pada suhu ini, bakteri dapat berkembang biak dengan cepat dan meningkatkan risiko keracunan makanan. Karena itu, banyak panduan kesehatan menyarankan agar makanan tidak dibiarkan di suhu ruang lebih dari dua jam, atau bahkan satu jam jika suhu ruangan sangat panas.

Beberapa jenis makanan memiliki risiko lebih tinggi mengalami kontaminasi bakteri jika disimpan di luar kulkas. Berikut lima jenis makanan yang sebaiknya tidak disimpan di suhu ruang terlalu lama.

1. Daging dan Olahan Daging

Ilustrasi daging merah. Pixabay.com

Daging seperti ayam, sapi, dan kambing termasuk bahan makanan yang mudah rusak jika tidak disimpan pada suhu dingin. Kandungan protein dan air yang tinggi membuat daging menjadi tempat yang ideal bagi pertumbuhan bakteri.

Jika daging matang atau mentah dibiarkan di suhu ruang terlalu lama, bakteri dapat berkembang dengan cepat dan meningkatkan risiko penyakit bawaan makanan.

2. Ikan dan Seafood

Ilustrasi makanan seafood. Dok Pexels

Ikan, udang, dan berbagai jenis seafood juga termasuk bahan makanan yang sangat sensitif terhadap suhu. Aroma amis pada ikan dapat muncul lebih cepat ketika disimpan di suhu ruang.

Karena itu, seafood sebaiknya segera dimasukkan ke dalam kulkas atau freezer setelah dibeli atau dimasak agar kualitasnya tetap terjaga.

3. Telur dan Makanan Berbahan Telur

Ilustrasi telur mentah. Foto: Freepik.com

Telur termasuk bahan pangan yang mudah terkontaminasi bakteri jika tidak disimpan dengan benar. Telur rebus, omelet, maupun makanan yang mengandung telur sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang.

Penyimpanan di suhu dingin membantu memperlambat pertumbuhan bakteri sehingga makanan tetap aman untuk dikonsumsi.

4. Susu dan Produk Olahannya

Ilustrasi susu. Shutterstock

Produk susu seperti susu segar, yogurt, dan keju juga tidak boleh dibiarkan terlalu lama di luar kulkas. Produk ini memiliki kandungan nutrisi tinggi yang dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme.

Menyimpan produk susu pada suhu dingin membantu menjaga kualitas sekaligus memperpanjang masa simpan makanan tersebut.

5. Sayur Matang dan Makanan Berkuah

Ilustrasi masak sayur. Foto: Freepik.com/rawpixel.com

Sayur matang, sup, atau makanan berkuah juga termasuk makanan yang tidak dianjurkan disimpan lama di suhu ruang. Kandungan air yang tinggi membuat makanan jenis ini lebih mudah ditumbuhi bakteri.

Jika tidak langsung dikonsumsi, makanan sebaiknya disimpan di kulkas dengan suhu di bawah 5 derajat Celsius untuk memperlambat pertumbuhan mikroba.

Memahami cara penyimpanan makanan yang tepat merupakan langkah penting untuk menjaga keamanan pangan. Dengan menyimpan makanan yang mudah rusak di dalam kulkas dan tidak membiarkannya terlalu lama di suhu ruang, risiko keracunan makanan dapat dikurangi.

Semoga tips ini membantu dalam penyimpanan makanan kamu ya, Sahabat Cantika!

Pilihan Editor: Makan dengan Urutan Tepat Bisa Turunkan Lonjakan Gula Darah, Ini Kata Ahli

EATING WELL | FOODSAFETY.GOV | USDA.GOV

Carolyn Nathasa Dharmadhi

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |