Indonesia Bidik Investasi UEA untuk Ketahanan Pangan dan Infrastruktur

4 hours ago 15

Petani memanen padi beras merah di Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali. Senin (8/6/2026). Panen padi beras merah yang digelar setiap bulan Juni tersebut menjadi tradisi pertanian khas Bali sekaligus menjadi kerifan lokal di kawasan objek wisata yang telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia itu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah membidik peningkatan investasi dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk mendukung ketahanan pangan, penguatan rantai pasok nasional, dan pengembangan infrastruktur. Langkah ini dilakukan di tengah upaya pemerintah mendorong investasi yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, UEA merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Timur Tengah dengan hubungan ekonomi yang terus berkembang.

“Indonesia menyambut baik komitmen UEA dan pelaku usaha global seperti Louis Dreyfus Company untuk memperluas kerja sama ekonomi di Indonesia. Kami mendorong peningkatan investasi yang mendukung hilirisasi, ketahanan pangan, dan penguatan rantai pasok nasional,” ujar Airlangga, Ahad (15/6/2026).

Menurut Airlangga, implementasi Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA) diharapkan dapat memperkuat arus perdagangan dan investasi antara kedua negara.

Pemerintah juga menyatakan dukungan terhadap pengembangan kegiatan usaha perusahaan-perusahaan asal UEA yang telah beroperasi di Indonesia, termasuk Louis Dreyfus Company yang telah berinvestasi selama 25 tahun.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, UEA menyampaikan sejumlah komitmen investasi baru. Salah satunya berasal dari Abu Dhabi Export (ADEX) yang akan berfokus pada sektor ketahanan pangan.

Komitmen tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan investor UEA terhadap prospek sektor pangan dan agribisnis Indonesia sekaligus memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara.

Selain sektor pangan, kerja sama investasi juga diarahkan ke sektor infrastruktur. Abu Dhabi Ports (ADP) menyatakan kesiapan mendukung pengembangan bandar udara di Bali melalui pelaksanaan studi kelayakan.

Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri mengatakan, Indonesia menjadi salah satu mitra utama UEA di Asia Tenggara dan memiliki potensi besar untuk memperluas kerja sama ekonomi.

“UEA melihat Indonesia sebagai mitra penting di Kawasan Asia Tenggara dan terbuka untuk memperluas kolaborasi di berbagai sektor ekonomi,” kata Abdulla.

Pemerintah Indonesia dan UEA sepakat menjaga komunikasi intensif guna memastikan berbagai komitmen investasi tersebut dapat direalisasikan. Kedua negara juga berupaya mempercepat implementasi proyek-proyek prioritas yang dinilai mampu mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

sumber : Antara

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |