Semester I 2026, PNM Perkuat Pemberdayaan 12,4 Juta Perempuan Pengusaha Ultra Mikro

5 hours ago 18

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mempertahankan pertumbuhan bisnisnya pada Semester I 2026 dengan tetap mengedepankan model pembiayaan yang dipadukan dengan pemberdayaan.

Hingga Juni 2026, perusahaan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 32,3 triliun dengan kelolaan nasabah aktif sebanyak 12,4 juta nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Kinerja tersebut didukung 4.035 unit layanan, 62.028 pendamping yang mayoritas perempuan, serta 881.118 kelompok nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di tengah upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan melalui Holding Ultra Mikro, di bawah naungan Danantara, PNM membuktikan capaian tersebut sebagai realitas masih tingginya akses pembiayaan produktif bagi masyarakat prasejahtera.

Khususnya, perempuan pengusaha ultra mikro yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan formal. Berbeda dengan lembaga pembiayaan konvensional, model bisnis PNM dibangun di atas dua pilar yang berjalan beriringan, yakni pembiayaan dan pemberdayaan.

Selain menyediakan akses permodalan tanpa agunan melalui program Mekaar, perusahaan mengembangkan kapasitas usaha nasabah melalui pelatihan, pendampingan, penguatan karakter kewirausahaan, literasi keuangan, hingga literasi digital.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi PNM menciptakan keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga. Sepanjang Semester I 2026, PNM mencatat aktivitas pemberdayaan yang terus meningkat.

Perusahaan menyelenggarakan 26.776 program pelatihan dengan total 723.883 peserta yang mencakup pelatihan reguler Mekaar, pelatihan klaster usaha, PKU Akbar, community meeting hingga pameran produk.

Aktivitas tersebut menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kapasitas bisnis nasabah agar tidak berhenti pada akses modal semata.

Sejak 2022 hingga Juni 2026, sebanyak 2.961.104 nasabah berhasil naik kelas dan memiliki pendapatan tambahan dengan 4.901 dari mereka bertransaksi sebagai agen BRILink Mekaar.

Sementara itu, platform pembelajaran digital yang diinisiasi PNM telah mencatat 5 juta kali akses dengan total 36 juta peserta, mencerminkan semakin meningkatnya adopsi pembelajaran digital di kalangan pengusaha ultra mikro.

Direktur Utama PNM Kindaris menilai, indikator keberhasilan perusahaan tidak hanya tecermin dari besarnya pembiayaan yang disalurkan, juga dari kemampuan nasabah untuk tumbuh secara mandiri.

"Pembiayaan akan memberi nilai lebih besar ketika diikuti pendampingan. Tujuan akhirnya bukan sekadar usaha bertahan, tetapi agar setiap nasabah memiliki kemampuan untuk terus berkembang," jelas Kindaris dalam keterangan, Sabtu (1/8/2026).

Model bisnis tersebut telah menjadi karakteristik PNM sejak berdiri pada 1999, dengan mengembangkan tiga bentuk modal secara bersamaan, yaitu modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial.

Melalui pendekatan tersebut, pembiayaan tidak hanya berfungsi sebagai akses terhadap modal usaha, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi peningkatan kapasitas usaha, perluasan jejaring, serta penguatan daya saing dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

Dengan mayoritas nasabah bergerak di sektor perdagangan, pertanian, industri rumahan, hingga jasa, PNM memegang peran strategis dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat akar rumput.

Memasuki Semester II 2026, perusahaan diperkirakan akan terus memperluas jangkauan pembiayaan sekaligus memperkuat kualitas pemberdayaan sebagai bagian dari agenda mendorong ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |