Pemkab Bandung Barat Dorong Digitalisasi Pemasaran Hasil Produk Perikanan

5 hours ago 19

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mendorong pelaku sektor usaha mengolahan hasik perikanan di wilayahnya untuk membangun pemasaran digital. Hal itu sangat penting untuk memperluas akses pasar, memperpendek rantai pasok, serta memperkuat daya saing produk perikanan lokal.

"Perikanan di Bandung Barat ini tentunya harus terus berkembang melalui modernisasi. Pemanfaatan teknologi ini tentunya terus kami dorong karena sekarang eranya digital," kata Jeje saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Jeje, pemasaran hasil perikanan melalui digitalisasi di zaman serbacepat dan efisien ini sangat penting. Apalagi, kata dia, potensi pengolahan hasil perikanan di Kabupaten Bandung Barat memiliki prospektif karena didukung oleh budidaya yang besar. Terutama dari Waduk Cirata dan Saguling.

Sehingga, kata Jeje, pengolahan hasil perikanan ini harus dikembangkan melalui peningkatan teknologi, inovasi produk dan penguatan usaha mikro kecil dan menegah (UMKM) serta perluasan pemasaran. Dirinya menegaskan, sektor perikanan memiliki potensi untuk mendongkrak perekonomian warga.

"Sektor ini berpotensi menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah melalui peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat," ujar Jeje.

Pemkab melalui Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat pun sudah menyiapkan wadah untuk menjalankan program digitalisasi penjualan produk. Pihaknya bakal melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) terkait digitalisasi penjualan produk ikan.

"Tahun ini rencananya ada bimtek dengan sasarannya itu pelaku usaha pengolahan hasil perikanan. Bimteknya itu meliputi digitalisasi untuk pemasaran produk lokal asal Bandung Barat," kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, Wiwin Aprianti.

Dirinya menjelaskan, tujuan bimtek digitalisasi perikanan ini untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha pengolahan hasil perikanan dalam mengoptimalkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran sehingga mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, dan mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan

Harapannya, kata Wiwin, pelaku usaha pengolahan hasil perikanan mampu memanfaatkan media sosial, market place, website dan aplikasi bisnis untuk mempromosikan produk hasil perikanan.

Pelaku usaha pengolahan hasil perikanan diarahkan membuat konten yang menarik, penggunaan foto dan viideo produk yang berkualitas, serta penyusunan strategi pemasaran digital.

"Sekarang kan serba online dan banyak media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk pemasaran produknya. Tentunya ini menjadi perhatian kami agar pelaku usaha perikanan bisa memanfaatkannya dengan baik untuk membuka peluang pasar lebih luas," ujar Wiwin.

Adapun produk ikan yang dibudidayakan dan jadi sasaran digitalisasi di antaranya abon ikan, pepetek ikan, bakso ikan, frozen food yang meliputi gurame, nila, mas, patin, lele. Kemudian nugget ikan, pindang, kerupuk ikan dan sambal ikan.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |