CANTIKA.COM, Jakarta - Seiring bertambahnya usia, sistem imun dalam tubuh manusia umumnya akan mengalami penurunan kualitas. Imun seperti tentara perang pada tubuh manusia yang berguna untuk mengamankan tubuh. Hal tersebut memicu akan tubuh yang mudah rentan terhadap infeksi maupun virus. Salah satunya adalah penyakit dari virus herpes zoster, atau sering dikenal masyarakat Indonesia sebagai cacar api.
Menurut dr. Sandra Sinthya Langow, dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Siloam Lippo Village, Tangerang, menjelaskan mengenai herpes zoster, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai cacar api, adalah penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi virus varicella zoster, virus yang juga menyebabkan cacar air. Penyakit ini sering dijumpai pada lansia berusia 50 tahun lebih karena kekebalan imun tubuhnya yang sudah melemah.
Penyakit ini dapat menular jika kontak langsung terhadap cairan yang keluar dari lenting cacar api, namun tidak seganas cacar air penularannya. “Cacar api yang biasa kita sebut dengan dompo atau cacar ular ya, itu virus nya sama seperti terkena penyakit cacar air, tapi virusnya enggak mati, dan seringnya menyerang lansia,” jelas dr. Sandra.
Healthy Talk: Waspada Cacar Api di RS Siloam Lippo Village berkolaborasi dengan GSK Indonesia pada 17 Januari 2026. Dari kiri ke kanan: dr. Johan Wijoyo dari GSK Indonesia, Maia Estianti, dan dr. Sandra dari RS Siloam. Foto: CANTIKA/Tsabita Sirly Kamaliya
Risiko Terkena Cacar Api
Dokter Sandra mengatakan, dalam tubuh manusia virus cacar ini memang sudah tersedia. Seperti pasien cacar air yang sembuh, sebenarnya itu adalah virus yang tertidur bukan hilang sungguhan. Hanya tinggal menunggu sistem imun lemah, maka akan berisiko menjadi cacar api. Sakit yang ditimbulkan akan menyebabkan efek yang tak tertahankan. Perjalanan cacar api secara alami dapat bervariasi, misalnya pasien akan segera sembuh, atau mengalami komplikasi jangka panjang.
“Karena terjadi gangguan saraf di daerah yang terkena cacar api. makanya efek nyeri akan bertahan sampai jangka panjang,” tambahnya. Gejala awal tubuh akan merasa sakit pada satu bagian tertentu selama 1-3 hari, lalu muncul lenting kulit berwarna merah namun lebih besar daripada cacar air. Rasa sakit cacar api dapat digambarkan seperti rasa tersengat listrik, rasa terbakar, dan tertusuk paku. Komplikasi dari cacar api dapat menyebabkan nyeri yang menyakitkan bahkan terasa bertahun-tahun, gangguan mata hingga kebutaan, stroke, dan serangan jantung.
Individu yang harus peduli dan waspada terhadap cacar api menurut dr. Sandra adalah, lansia berusia lebih 50 tahun karena paling banyak terkena, orang dengan penyakit yang melemahkan sistem imun seperti penderita diabetes, ginjal, jantung, dan kanker, serta individu yang menjalani pengobatan misal kemoterapi.
Dokter Sandra menjelaskan penyakit komplikasi yang dapat disebabkan oleh cacar api di RS Siloam Lippo Village pada 17 Januari 2026. Foto: CANTIKA/Tsabita Sirly Kamaliya
Pencegahan Cacar Api
Untuk mencegah ganasnya cacar api, hal utama yang harus disiapkan adalah imun. Harus ada pola hidup sehat pastinya dan vaksinasi. Bukan hanya anak-anak tetapi dewasa juga butuh vaksin. Karena vaksin adalah sekolah sistem imun, ia melatih imun dalam pembuatan antibodi.
Efektifitas vaksinasi menurut dr. Sandra cukup tinggi dalam mencegah cacar api. “Menurut beberapa penelitian bahkan ada yang mencapai 95 persen dan itu sangat efektif, jangan dianggap remeh,” kata dr. Sandra.
Terakhir dr. Sandra memberi tips agar imun tetap terjaga, yaitu dari dalam dengan tidur cukup, olahraga, makan yang sehat bergizi, kendalikan stres fisik dan psikologis, serta cegah infeksi dari luar yakni dengan vaksinasi.
Pilihan Editor: Vaksinasi Ini Bisa Cegah Cacar Api, Wajib Tahu!
TSABITA SIRLY KAMALIYA
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

















































