Jangan Sepelekan 3 Asupan Makanan yang Bikin Masalah Kulit, Apa Saja?

11 hours ago 12

CANTIKA.COMJakarta - Jika kamu mengalami masalah kulit meskipun sudah memiliki rutinitas perawatan kulit yang tepat, pertimbangkan kembali kebiasaan makan. Hindari asupan makanan ini untuk mendapatkan kulit yang bersih. 

Perawatan kulit biasanya dianggap sebagai pelindung kulit, dengan keyakinan dominan bahwa krim dan serum memperbaiki dan menyembuhkan kulit. Meskipun mereka memang berperan, itu hanya satu sisi cerita. Apa yang kamu makan juga sama pentingnya, yang berarti perawatan kulit sejati harus bekerja dari dalam ke luar.

Pola makan biasanya memiliki dua jalur: satu yang membantu memperbaiki kulit, dan yang lainnya memperburuknya. Yang terakhir merupakan tanda bahaya besar, karena kerusakan terkadang tidak dapat dipulihkan. Jadi, meskipun kamu tidak secara aktif menghindari makanan yang baik untuk kulit, pastikan Anda setidaknya menghindari makanan yang merusak kulit.

Menanggapi makanan terburuk untuk kesehatan kulit, dokter kulit asal Hyderabad, Dr. Pooja Reddy, menyoroti beberapa makanan yang perlu dihindari karena dapat merusak kulit dari dalam. Berikut adalah beberapa makanan yang ia sarankan untuk dihindari:

1. Sirup Jagung Fruktosa

Yang pertama dalam daftar adalah sebuah bahan. Itu adalah sirup jagung fruktosa, dan sebagian besar ditemukan dalam minuman soda, jus kemasan, biskuit, dan makanan cepat saji olahan.

Apa bedanya dengan gula biasa? Dokter menjelaskan, “Ini bukan gula asli, ini sintetis, dan 10 kali lebih mungkin merusak protein kulit Anda daripada glukosa biasa.”

Pengganti gula ini selanjutnya menyebabkan kerusakan yang mempercepat penuaan dan juga memengaruhi hati. Dokter kulit itu menambahkan, “ Ini menciptakan AGE, produk akhir glikasi lanjutan yang menghancurkan kolagen Anda, kulit Anda menjadi kaku, kerutan terbentuk lebih cepat, dan juga merusak hati Anda. Nomor dua, minyak olahan yang dipanaskan berulang kali.”

Jadi, artinya kamu berisiko mengalami penuaan dini jika mengonsumsi makanan olahan yang mengandung sirup fruktosa sebagai bahan utamanya. Mengurangi konsumsi makanan kemasan dan makanan olahan gula menjadi sangat penting untuk mencegah penuaan dini.

2. Minyak olahan yang dipanaskan berulang kali

Bahaya kedua dari makanan adalah minyak olahan yang dipanaskan berulang kali. Jenis minyak ini umumnya digunakan untuk makanan jalanan atau gorengan. Dr. Reddy mengingatkan tentang camilan seperti samosa, yang digoreng. Namun, masalah kesehatan di sini adalah bahwa toko-toko tersebut umumnya menggunakan kembali minyak yang sama beberapa kali. Pemanasan terus-menerus mengubah komposisi minyak, menghasilkan senyawa yang menyebabkan peradangan dalam tubuh.

“Setiap kali minyak dipanaskan berulang kali, vitamin E pelindung akan terurai dan hancur. Yang tersisa adalah lemak teroksidasi yang membuat kulit terus mengalami peradangan dari dalam.”

3. Makanan renyah

Item terakhir dalam daftar adalah makanan renyah. Tekstur renyah berwarna cokelat keemasan, dari makanan gorengan, kentang goreng, pakros hingga keripik, menjadikannya beberapa camilan yang paling tak tertahankan dan menggoda. 

Tetapi dokter kulit memperingatkan bahwa tekstur renyah itulah tempat terbentuknya akrilamida, terutama ketika makanan berwarna cokelat keemasan atau terlalu renyah. Ia menjelaskan bahwa semakin gelap dan renyah makanan, semakin tinggi pembentukan AGEs. Senyawa-senyawa ini secara langsung merusak struktur kulit dan mempercepat kerusakan kolagen.

Pada akhirnya, Dr. Reddy memperingatkan bahwa krim tidak dapat memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh pola makan. Ini berarti kamu tidak dapat mengimbanginya dengan produk perawatan kulit jika kamu mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |