Kapolri Pastikan Penyerangan Mapolres Tarakan Ditangani, Pangdam: Prajurit Diperiksa

5 hours ago 9

TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa insiden penyerangan Mapolres Tarakan oleh sejumlah prajurit TNI sudah ditangani oleh Pangdam VI/Mulawarman dan Kapolda Kalimantan Utara. Ia mengatakan, kejadian ini tidak akan mempengaruhi sinergi TNI-Polri dalam menjaga keamanan negara.

“Saya kira Pangdam dan Kapolda sudah mengambil langkah-langkah yang diperlukan. TNI dan Polri tetap solid serta terus bekerja sama dalam menjaga dan mengawal negeri ini,” ujar Kapolri di Akademi Militer (Akmil) Magelang dikutip dari laman Divhumas Polri, Rabu, 26 Februari 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kapolri mengklaim bahwa hubungan baik antara TNI dan Polri tetap terjaga. Ia juga menekankan bahwa setiap pimpinan di kedua institusi telah memahami pentingnya menjaga kekompakan. “Saya kira masing-masing komandan sudah memahami hal ini. Kami juga sepakat dengan Panglima TNI untuk terus menjaga serta meningkatkan sinergitas yang sudah ada,” katanya.

Kemarin, Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Mulawarman Mayor Jenderal TNI Rudy Rachmat Nugraha menyatakan telah memeriksa sejumlah prajurit yang diduga terlibat dalam insiden penyerangan Mapolsek Tarakan.

“Memang benar semalam kami mendapat informasi bahwa di Tarakan terjadi insiden antara oknum anggota TNI dengan Polri. Namun, ini masih dalam tahap pemeriksaan,” ujar Pangdam melalui Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mulawarman Kolonel Kav Kristiyanto dalam keterangan resminya pada Selasa malam.

Pangdam memastikan kejadian tersebut akan ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Menurut Rudy, serangan tersebut dipicu peristiwa pengeroyokan terhadap seorang anggota Yonif 614/RJP oleh sekitar lima orang personel Polres Tarakan pada Sabtu, 22 Februari 2025. Dari hasil mediasi awal antara pihak anggota Polres Tarakan dan anggota Yonif 614/RJP disepakati bahwa pengeroyok akan memberikan biaya pengobatan sebesar Rp10 juta kepada korban, namun janji tersebut tidak kunjung direalisasikan.

Sehingga pada Senin, 24 Februari 2025 pukul 23.30 WITA, sekitar 20 orang anggota Yonif 614/RJP mendatangi Mapolres Tarakan dengan maksud mencari lima anggota Polres yang diduga terlibat dalam insiden pengeroyokan tersebut.

Dalam insiden itu, puluhan personel TNI diduga mengeroyok anggota Polres Tarakan, Kalimantan Utara, pada Senin malam, 24 Februari 2025. Mereka juga menyerang kantor Polres yang mengakibatkan lima polisi luka-luka.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 23.30 WITA. Penyerangan oleh anggota TNI itu membuat meja, kaca, dan kursi di sekitar Polres Tarakan rusak. Anggota TNI membawa batu, kayu, dan besi saat menyerang.

Dalam penyerangan itu, puluhan personel TNI datang memakai truk hijau menuju Bank Mandiri di Jalan Yos Sudarso, Tarakan. Ada lebih dari 20 anggota TNI yang ikut dalam penyerangan tersebut. Mereka turun dari truk dan berjalan menuju kantor Polres Tarakan.

Tiba di kantor Polres Tarakan, anggota TNI ini langsung memukul polisi yang sedang berjaga. Mereka lalu merusak beberapa peralatan yang ada di tempat itu. Tak berselang lama, datang anggota polisi lain ke Polres Tarakan. Mereka juga turut menjadi korban akibat dikejar oleh anggota TNI itu.

Alif Ilham Fajriadi berkontribusi dalam penulisan artikel ini.Pilihan Editor: Pentolan Pemuda Pancasila Japto Penuhi Panggilan KPK Didampingi Empat Orang

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |