KKN 243 UNS Latih Kader PKK Desa Bugel Olah Sampah Organik Jadi Komposter Rumah Tangga

3 hours ago 8
Mahasiswa KKN 243 UNS memberikan paparan mengenai pengelolaan sampah organik dan pembuatan komposter rumah tangga kepada kader PKK Desa Bugel, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo | Foto: Dok. Tim KKN 243 UNS Surakarta

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tim KKN 243 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melatih kader PKK Desa Bugel, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, untuk mengelola sampah organik menjadi komposter skala rumah tangga.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Bugel pada Selasa (18/8/2026) tersebut diikuti oleh 52 kader PKK. Program tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN UNS dalam mendorong pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.

Penanggung jawab kegiatan, Aisyah Muna Rusydah menjelaskan, bahwa sampah organik hasil aktivitas sehari-hari tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan sampah. Sampah tersebut masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi kompos yang berguna bagi tanaman.

“Pemanfaatan sampah organik menjadi kompos juga dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dari rumah tangga,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Akan tetapi, mereka juga mengajak peserta mempraktikkan secara langsung pembuatan komposter rumah tangga.

Dalam kegiatan itu, para peserta diperkenalkan dengan berbagai alat dan bahan yang diperlukan, sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pengolahan sampah organik hingga menjadi kompos yang siap digunakan.

Mahasiswa KKN 243 UNS tengah mempraktikkan pembuatan kompos dari sampah organik di depan para kader PKK Desa Bugel, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo | Foto: Dok. Tim KKN 243 UNS Surakarta

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Ibu-ibu PKK tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pemilahan sampah organik hingga proses memasukkan bahan ke dalam komposter.

Tim KKN 243 UNS berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa sampah organik tidak selamanya merupakan limbah yang harus dibuang, melainkan menjadi sumber daya yang masih memiliki nilai manfaat.

Dengan pengelolaan sederhana dari rumah, sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.  [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |