Kuliner Khas Jalur Pansela yang Layak Dijajal di Sela Arus Balik Lebaran 2025

15 hours ago 8

TEMPO.CO, Jakarta - Perjalanan arus balik Lebaran yang memakan waktu lama bisa terasa melelahkan. Untuk menyiasatinya, menjadwalkan kegiatan mencicipi ragam kuliner Nusantara selama perjalanan bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk menyegarkan suasana.

Bagi pemudik yang melintasi jalur Pantai Selatan disingkat Pansela saat arus balik, laman Pesona Indonesia merekomendasikan beberapa tempat wisata kuliner menarik. Di sepanjang jalur ini, tersedia berbagai sajian khas dari daerah setempat yang unik dan menggugah selera.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Angeun Lada

Merupakan masakan khas Banten, khususnya dari daerah Pandeglang, Serang, dan Lebak. Hidangan ini berupa gulai dengan isian daging kerbau dan diperkaya rempah-rempah seperti daun walang, honje, cabai merah, bawang merah, serta kemiri. Cita rasanya dominan pedas dan gurih, dengan potongan daging kecil-kecil dan kuah berlemak. Angeun lada cocok disantap kapan saja, baik saat sarapan, makan siang, maupun makan malam.

Sate Maranggi

Sate Maranggi tak hanya menggunakan daging kerbau, tapi juga sering kali memakai daging kambing, domba, atau ayam. Daging dipotong kecil, dibungkus daun pepaya, dan didiamkan selama beberapa jam agar teksturnya empuk. Sate ini dibumbui dengan campuran penyedap, gula merah, dan garam. Uniknya, sate disajikan dalam baki (balastrang), di mana pembeli mengambil sendiri satenya dan meletakkan tusuk bekas di piring khusus untuk menghitung jumlah yang dikonsumsi.

Orem-Orem

Khas dari Kota Malang, Jawa Timur, orem-orem terdiri dari irisan tempe goreng, ayam, dan kuah santan yang kental. Hidangan ini biasa disajikan bersama irisan ketupat, tauge, dan tempe, lalu disiram kuah santan yang rasanya menyerupai sayur lodeh dengan sedikit rasa pedas. Penikmat bisa menambahkan kecap manis dan sambal sesuai selera.

Ayam Lodho

Masakan asal Tulungagung ini memiliki keunikan tersendiri. Meski disajikan dengan kuah santan, ayam terlebih dahulu dibakar setelah dibumbui. Biasanya menggunakan ayam kampung atau ayam jantan, lalu disiram kuah santan yang kaya rasa gurih dan pedas, menciptakan kombinasi rasa yang istimewa.

Yutuk

Nama yutuk mungkin masih terdengar asing bagi banyak orang. Yutuk adalah sejenis hewan laut yang juga dikenal sebagai undur-undur laut dan banyak ditemukan di sepanjang pesisir pantai Kebumen.

Masyarakat setempat biasanya mengolah yutuk dengan cara digoreng menjadi rempeyek atau bakwan, dan disajikan sebagai pelengkap dalam hidangan pecel.

Pecel Gudeg

Sesuai dengan namanya, hidangan khas ini merupakan kombinasi unik antara pecel dan gudeg. Sajian ini terdiri dari nasi, gudeg berbahan dasar nangka muda, aneka sayuran rebus, lalu disiram dengan bumbu pecel dan dilengkapi rempeyek kacang. Berbeda dengan gudeg dari Jawa Tengah yang cenderung berwarna gelap, gudeg dalam versi Jember ini memiliki warna yang lebih cerah.

Pecel Gudeg Jember. Instagram/Gudeg_Lumintu

Bakmi Nyemek

Salah satu varian dari bakmi Jawa ini banyak dijumpai di wilayah Jawa Tengah, terutama di daerah Banyumas. Kuahnya lebih kental dan tidak sebanyak bakmi pada umumnya, memberikan sensasi "nyemek" atau setengah basah. Hidangan ini paling nikmat disantap saat masih panas, apalagi dengan tambahan ati ampela yang menambah kelezatannya. Pecinta bakmi tidak boleh melewatkan menu yang satu ini.

Mangut Lele

Selain kuliner bercita rasa manis, arus balik Lebaran di jalur Pansela Yogyakarta juga punya sajian pedas yang khas, yaitu mangut lele. Masakan ini berbahan dasar ikan lele goreng yang kemudian dimasak dalam kuah santan berbumbu pedas, dikenal sebagai bumbu mangut. Hidangan ini bisa dipadukan dengan aneka sayuran seperti terong, petai, atau daun kemangi, sesuai dengan selera.

Rachel Caroline L. Toruan dan Istiqomatul Hayati berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan ediator: Puncak Arus Balik Lebaran: Rekomendasi 10 Oleh-oleh Khas Bumi Sumatera

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |