Lahan Pesisir Batang Kembali Produktif Lewat Budidaya Padi Biosalin

9 hours ago 33

REPUBLIKA.CO.ID, BATANG – Tantangan El Nino dan kondisi lahan pesisir yang memiliki kadar garam (salinitas) tinggi tidak menghalangi produktivitas pertanian di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kolaborasi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Pemerintah Kabupaten Batang berhasil menghasilkan sekitar 166,5 ton gabah kering panen (GKP) dari budi daya Padi Biosalin dengan nilai ekonomi mencapai Rp 1,3 miliar.

Hasil tersebut dipanen dalam Panen Raya Padi Biosalin di Kabupaten Batang, Jumat (18/9/2026), melalui program CSR Pengembangan dan Budi Daya Varietas Padi Biosalin dan Minapadi Salin pada Kawasan Salinitas Tinggi.

Capaian tersebut menjadi relevan di tengah kondisi iklim yang menantang. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), indeks ENSO rata-rata tiga bulanan periode Juli–September 2026 tercatat 2,6 atau berada pada kategori El Nino sangat kuat. Hingga dasarian I September, sekitar 80,7 persen zona musim di Indonesia juga telah memasuki musim kemarau.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi sektor pertanian, terutama di kawasan pesisir yang memiliki keterbatasan air dan menghadapi salinitas akibat pengaruh air laut maupun rob. Di Batang, kondisi tersebut sebelumnya membuat sebagian lahan pesisir tidak produktif selama enam tahun.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, perubahan iklim, abrasi, dan rob menjadi tantangan bagi keberlanjutan lahan pertanian pesisir. Menurutnya, diperlukan langkah adaptasi dan mitigasi yang terintegrasi, termasuk melalui inovasi pertanian yang mampu beradaptasi dengan kondisi lahan salin.

Ia menilai pengembangan Padi Biosalin dan mina salin di Batang menunjukkan bahwa lahan dengan tingkat salinitas tinggi tetap dapat dimanfaatkan secara produktif melalui penerapan inovasi dan teknologi.

“Integrasi padi dan ikan juga rumput laut juga berpotensi menjadi model yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik wilayah,” ujar Hanif dalam keterangan, Jumat.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, tantangan perubahan iklim dan kondisi lingkungan pesisir membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Kerja sama pemerintah, dunia usaha, lembaga riset, dan masyarakat dapat menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan wilayah sekaligus memberikan manfaat ekonomi, lingkungan dan masyarakat khususnya petani,” kata M. Faiz.

Anggota Dewan Pengarah BRIN Tri Mumpuni menyampaikan bahwa keberhasilan panen kali ini merupakan hasil gotong royong dan kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, akademisi, badan usaha, maupun masyarakat. Secara khusus, dia menyampaikan apresiasi kepada para petani yang gigih dan mau berjalan bersama mengaplikasikan hasil rekayasa teknologi ini menjadi manfaat nyata bagi masyarakat dan ketahanan pangan Batang.

Bangun Ekosistem Pesisir Berkelanjutan

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, pengembangan Padi Biosalin merupakan bagian dari komitmen PGN menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) yang menciptakan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |