CANTIKA.COM, Jakarta - Laleilmanino kembali dipercaya menggarap soundtrack atau lagu tema untuk film anak-anak Na Willa karya sutradara Ryan Adriandhy. Kali ini, trio yang terdiri dari Arya Aditya Ramadhya yang akrab disapa Lale, Ilman Ibrahim, dan Anindyo Baskoro atau Nino menghadirkan lagu berjudul “Sikilku Iso Muni" yang berasal dari Bahasa Jawa dan memiliki arti “kakiku bisa berbunyi.”
Lagu ini terinspirasi dari salah satu adegan paling menyentuh dalam film, yaitu ketika karakter Dul yang diperankan Azamy Syauqi kehilangan kakinya akibat kecelakaan kereta dan kemudian menggunakan kaki palsu dari kayu. Alih-alih tenggelam dalam kesedihan, Dul justru merayakan perubahan tersebut dengan cara yang polos namun penuh makna. Ia bahkan menunjukkan kepada Na Willa, yang diperankan Luisa Adreena, bahwa kaki barunya tidak bisa lagi dicubit atau digigit nyamuk. Sebuah momen yang terasa ringan tapi menyimpan kedalaman emosi yang tak biasa.
Melihat adegan tersebut bagi Nino, adegan ini menjadi titik emosional yang paling membekas. “Dul aja kehilangan kakiknya malah merayakannya dengan bernyanyi. Sementara orang-orang kadang kalau lagi jalan kakinya kesandung meja aja dramanya bisa sampai besoknya,” ujarnya dalam konferensi pers.
Ia menambahkan, lagu ini hadir dengan kesan sederhana namun kuat. “Menurut kami, lagu ‘Sikilku Iso Muni’ ini ingin mengajari teman-teman semuanya bahwa kehilangan itu bukan akhir, tetapi merupakan sebuah perjalanan baru.”
Proses Kreatif yang Singkat
Dalam proses pengerjaannya, Laleilmanino mengusung nuansa jazz era 1960-an. Meski terdengar mulus di telinga, proses di balik layar ternyata cukup menantang, terutama soal waktu. “Mostly seputar waktu, karena kemarin Laleilmanino juga sempat sedang menyiapkan konser. Kami banyak banget waktu yang sulit untuk dicari,” jelas Nino.
Namun, ada dorongan kuat yang membuat mereka tak bisa menolak proyek ini, yang mana permintaan langsung dari sang sutradara menjadi “pemantik” utama. “Menurut Ryan, katanya ini harus Laleilmanino yang mengerjakan,” ungkapnya. Menariknya, lagu ini berhasil diselesaikan hanya dalam waktu sepekan, meski prosesmya singkat namun karya yang dihadirkan berhasil meninggalkan gema panjang dalam cerita filmnya.
Benang Merah dengan Film Jumbo
Kolaborasi ini bukan yang pertama antara Laleilmanino, Ryan Adriandhy, dan Visinema Pictures. Sebelumnya, mereka juga sukses menghadirkan lagu “Selalu Ada di Nadimu” untuk film animasi Jumbo. Menurut Nino, kedua lagu tersebut memiliki “jiwa” yang serupa, yang mana keduanya sama-sama lahir dari pengalaman personal karakter utama. “Lagu ‘Selalu Ada di Nadimu’ di film Jumbo itu kita bicara soal pengalaman pribadinya Don,” jelasnya.
Pendekatan yang sama kembali digunakan dalam Na Willa, hanya saja kali ini sudut pandangnya datang dari karakter Dul. “Perjalanannya akan sama untuk teman-teman yang nonton filmnya dan mendengarkan lagunya. Cuma kali ini adalah pengalamannya Dul,” imbuh Nino.
Pilihan Editor: Perankan Maui di Live-Action Moana, Dwayne Johnson Jalani Makeup 2,5 Jam sampai Pakai Kostum 18 Kg
CAHYA SAPUTRA I MARVELA
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.


















































