Memahami Kanker Tenggorokan seperti yang Dialami Val Kilmer

22 hours ago 17

Aktor Val Kilmer meninggal dunia di usia 65 tahun pada Selasa, 1 April 2025, di Los Angeles, Amerika Serikat. Menurut putrinya, Mercedes Kilmer, ayahnya wafat karena pneumonia. Namun, Kilmer sudah lama menderita kanker tenggorokan.

Dilansir dari Daily Mail, 2 April 2025, Val Kilmer didagnosis kanker tenggorokan pada 2014 dan sudah menjalani operasi, termasuk trakeostomi, yang mempengaruhi kemampuannya berbicara. Setelah itu, bintang di film laris "The Saint", "Batman Forever" dan "Top Gun" tersebut mengaku sudah bebas kanker.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Namun dalam beberapa kesempatan, ia mengakui kepada publik dampak penyakit itu dan pengobatan kanker pada kesehatannya. Selain trakeostomi -- prosedur membuat lubang di leher untuk memudahkan pasien bernapas -- Kilmer juga menjalani radioterapi dan kemoterapi. Trakeostomi lah yang merusak pita suara dan mengubah suaranya.

Apa Itu Kanker Tenggorokan?

Dilansir dari Healthline, kanker tenggorokan merupakan penyakit yang terjadi pada jaringan di sekitar belakang hidung hingga ke pita suara. Umumnya, pasien akan mengalami batuk, perubahan suara menjadi lebih serak, sulit menelan, benjolan pada leher, hingga penurunan berat badan.

Meski ada beberapa jenis kanker tenggorokan, dua jenis yang paling umum adalah kanker laring dan kanker orofaring. Kanker laring menyerang laring atau kotak suara sedangkan kanker orofaring menyerang bagian tengah tenggorokan.

Gejala Kanker Tenggorokan

Gejala umum kanker tenggorokan adalah:
-Perubahan pada suara
-Kesulitan menelan (disfagia)
-Penurunan berat badan
-Sakit tenggorokan
-Kebutuhan konstan membersihkan tenggorokan
-Batuk terus-menerus, mungkin disertai darah
-Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
-Mengi
-Sakit telinga
-Suara serak

Penyebab dan Faktor Risiko 

Faktor risiko kanker tenggorokan tergantung jenisnya. Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko, dilansir dari Healthline edisi 9 Januari 2024.

-Merokok
-Banyak minum alkohol 
-Pola makan rendah buah dan sayuran
-Paparan asbes
-Mengunyah sirih 
-Kelebihan berat badan 
-Usia tua karena kebanyakan terjadi setelah usia 50 tahun
-Menderita anemia Fanconi atau diskeratosis kongenita, sindrom genetik atau keturunan
-Infeksi jenis human papillomavirus (HPV) tertentu
-Kebersihan mulut kurang

Pencegahan

Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker tenggorokan tapi kita dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko dengan:

-Berhenti merokok 
-Berhenti minum alkohol 
-Makan makanan kaya nutrisi, termasuk buah-buahan dan sayuran segar
-Batasi asupan lemak, gula, dan makanan olahan
-Lakukan aktivitas fisik secara teratur
-Vaksin HPV untuk membantu mengurangi risiko tertular infeksi HPV oral 

Ragam Pengobatan

Operasi
Apabila kanker masih dalam stadium awal dengan ukuran yang masih kecil, operasi pengangkatan tumor sangat dianjurkan. Ada beberapa pilihan operasi, termasuk operasi endoskopi, kordektomi, laringektomi, faringektomi, dan diseksi leher. Umumnya, para dokter akan menentukan jenis operasi apa yang terbaik.

Terapi radiasi
Setelah pengangkatan tumor lewat operasi, dokter umumnya akan merekomendasikan terapi radiasi. Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker ganas, menargetkan setiap sel kanker yang masih ditinggalkan oleh tumor di dalam tubuh.

Kemoterapi
Dalam kasus tumor yang semakin membesar dan jaringan kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening dan organ atau jaringan lain, maka dokter akan merekomendasikan kemoterapi serta radiasi. Kemoterapi adalah obat yang membunuh dan memperlambat pertumbuhan sel-sel ganas.

Terapi target
Terapi target adalah pemberian obat yang menghentikan penyebaran dan pertumbuhan sel kanker dengan mengganggu molekul spesifik yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan tumor. Salah satu jenis terapi bertarget digunakan untuk mengobati kanker tenggorokan adalah cetuximab (Erbitux).

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |