Mengapa BBM Langka di Sumatera Utara

6 hours ago 22

PERTAMINA Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) angkat bicara soal penyebab antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Utara. Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampohw, menjelaskan soal simpang siur kabar kelangkaan bahan bakar minyak atau BBM di sana.

Fahrougi menjelaskan, pemicu antrean panjang di pom bensin itu adalah meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk dimulainya kembali kegiatan sekolah dan perkantoran yang mendorong kenaikan mobilitas warga. Hal ini kemudian memicu kenaikan kebutuhan BBM di Medan sekitar 5-10 persen bila dibandingkan dengan konsumsi rata-rata harian.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Pertamina Patra Niaga memastikan layanan penyaluran BBM di seluruh SPBU wilayah Medan dan sekitarnya kini telah kembali beroperasi normal. Peningkatan kebutuhan BBM dalam beberapa hari terakhir terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat," kata Fahrougi kepada Tempo, Rabu, 15 Juli 2026.

Fahrougi menyatakan Pertamina sudah berupaya menambah 10 unit armada tangki operasional dan 30 unit mobil tangki spot charter untuk mempercepat distribusi BBM. Selain itu, Pertamina juga memperkuat personel distribusi dengan tambahan 34 sopir atau awak mobil tangki dari Fuel Terminal terdekat dan dukungan personel TNI dari kesatuan Perbekalan dan Angkutan Kodam I/BB atau Bekangdam.

Selain itu, operasional Fuel Terminal Medan dan sejumlah SPBU, ujar Fahrougi, dioptimalkan selama 24 jam untuk mempercepat penyaluran BBM ke masyarakat. Pertamina mengklaim upaya tersebut membuahkan hasil karena sejak Ahad 14 Juli penyaluran BBM meningkat 104 persen dari target harian, dengan pengoperasian 149 unit mobil tangki.

Adapun pantauan Tempo menunjukkan antrean mobil pribadi, angkutan umum dan sepeda motor mengular hingga sekitar 1 kilometer terjadi di SPBU 14.201.115 di Jalan Sudirman, Medan. SPBU yang berseberangan dengan rumah dinas milik Pertamina tampak dijaga personel Polisi Militer Angkatan Darat.

Petugas SPBU bernama Harun menyebutkan stok Pertalite, Pertamax dan Solar di pom bensin itu habis hanya dalam dua jam. "Kami belum dapat informasi apakah ada truk tangki BBM yang datang mengisi SPBU malam ini," ujarnya.

Pertamina Patra Niaga, ujar Fahrougi, telah meningkatkan kapasitas distribusi dengan menambah armada mobil tangki, penguatan personel distribusi, serta optimalisasi operasional sehingga layanan di SPBU kembali berjalan normal. 

Antrean juga terjadi di SPBU 14.201.106 Pangkalan Masyhur Medan dan SPBU 14.202. 185 kawasan Terminal Terpadu Amplas. Di kedua SPBU ini, ratusan truk dan bus lintas kota terjebak antrean. Salah satu awak bus, Eldivo mengaku sudah mengantre solar sejak pagi tadi. "Informasinya solar sedang dalam perjalanan," katanya.

Salah satu pengelola SPBU di Medan membantah penyebab antrean BBM karena meningkatnya aktivitas masyarakat seperti dalih Pertamina. Pengusaha yang meminta namanya tidak ditulis ini mengutarakan, penyebab kelangkaan dan antrian BBM karena Pertamina Patra Niaga mengurangi jumlah armada tangki minyak.

Truk tangki yang dipakai Pertamina Sumbagut dalam distribusi BBM selama ini disewa dari pemilik SPBU sekaligus pemilik truk tangki. "Syarat mendirikan SPBU kan harus punya truk tangki. Namun, dalam perjalanannya, peraturan itu diubah dengan menugaskan Pertamina Patra Niaga mengelola angkutan dan distribusi BBM ke SPBU. Pertamina lalu menyewa truk tangki milik pengusaha SPBU," katanya.

Namun, dalam sebulan terakhir, Pertamina Patra Niaga melakukan efisiensi dengan mengurangi puluhan truk tangki dengan alasan keputusan Direksi Pertamina. "Akibatnya, satu truk tangki harus berputar melayani sejumlah SPBU dan menyebabkan waktu tiba di SPBU jadi molor," katanya kepada Tempo

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |