Pemkab Lanny Jaya Dorong Petani Kopi Maksimalkan Bantuan CSR Bank Papua

1 day ago 19

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya, Papua Pegunungan, meminta para petani kopi untuk memanfaatkan secara optimal bantuan sarana pertanian yang disalurkan oleh Bank Papua melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Bantuan ini dinilai sangat berarti karena menjawab kebutuhan riil petani di lapangan.

Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Lanny Jaya, Andy Hendarka, dalam siaran pers di Jayapura, Senin, menyatakan bahwa kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. "Kopi kami merupakan salah satu komoditas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan guna meningkatkan perekonomian masyarakat Lanny Jaya," katanya.

Andy menekankan bahwa pemberian bantuan ini harus diikuti dengan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan. Tujuannya agar petani tidak hanya menerima peralatan, tetapi juga memahami proses budidaya, perawatan tanaman, hingga pengolahan yang benar untuk menghasilkan kopi berkualitas dan bernilai jual tinggi.

Rincian Bantuan dan Komitmen Pendampingan

Bantuan sarana pertanian tersebut diserahkan pada Rabu (9/9). Andy berharap para petani dapat menjaga dan merawat seluruh peralatan yang telah diberikan. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan meminta tenaga penyuluh dan petugas teknis untuk lebih aktif mendampingi petani di lapangan, termasuk membantu mengatasi persoalan lahan dan tanaman kopi yang mengalami kerusakan.

Sementara itu, Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Papua, Matheus A. Mual, menjelaskan bahwa bantuan CSR ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang harus dilakukan secara berkelanjutan. "Kami menyalurkan lima unit rumah pengering kopi, 10 unit mesin pulper dan huller, 20 unit mesin babat rumput, serta 160 unit alat penunjang petani kopi kepada kelompok tani di Lanny Jaya," rincinya.

Matheus menambahkan, bantuan ini perlu diikuti dengan pembinaan, pendampingan, dan koordinasi yang baik. Dengan demikian, petani tidak hanya menerima peralatan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola, meningkatkan kualitas, dan mengembangkan hasil produksi kopinya. Ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, dinas teknis, perbankan, dan kelompok tani agar program ini memberikan hasil yang terukur.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |