REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan ekosistem bisnis di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui dukungan pada gelaran Jogja Marketing Festival (JMF) 2026 yang mengusung tema 'Winning The Competition in the Age of AI'.
Kegiatan yang berlangsung pada 26–28 Agustus 2026 di Hotel Sahid Yogyakarta tersebut mempertemukan pelaku usaha, akademisi, pemerintah, praktisi marketing, serta berbagai korporasi untuk membahas perkembangan strategi pemasaran di tengah pesatnya transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Momentum pembukaan JMF 2026 pada Kamis (27/8/2026) dihadiri langsung oleh Founder MarkPlus Hermawan Kartajaya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DIY, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Ova Emilia, Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta Dr. Gregorius Sri Nurhartanto, serta General Manager PLN UID Yogyakarta Deri Prasetio Utomo.
Dalam sambutannya, Founder MarkPlus Hermawan Kartajaya menyampaikan esensi penyelenggaraan Jogja Marketing Festival 2026 yang mengangkat tema 'Winning The Competition in the Age of AI'. Menurutnya, gelaran tersebut menjadi ruang bagi para pelaku bisnis, pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memahami perubahan lanskap pemasaran sekaligus mempersiapkan strategi dalam menghadapi era kecerdasan artifisial.
Hermawan juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Jogja Marketing Festival 2026. Ia mengungkapkan bahwa Yogyakarta memiliki tempat yang istimewa bagi dirinya, terlebih setelah rangkaian road show MarkPlus yang telah digelar di tujuh kota di Indonesia.
"Dari tujuh kota yang kami kunjungi dalam rangkaian road show Marketing Festival ini, Yogyakarta menjadi tempat yang paling istimewa bagi saya. Terima kasih kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik," ujar Hermawan.
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran PLN dalam JMF 2026 tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan yang mendorong pengembangan kapasitas pelaku usaha dan dunia pemasaran, tetapi juga menjadi ruang bagi PLN untuk berbagi pengalaman mengenai inovasi layanan dan strategi pemasaran produk kelistrikan.
Dalam sesi tersebut, Senior Manager Non Teknik PLN UID Yogyakarta Deny Setiawan hadir sebagai salah satu panelis untuk membahas bagaimana infrastruktur pengisian kendaraan listrik atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dapat dikembangkan tidak hanya sebagai titik pengisian energi, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman pelanggan dan ekosistem customer loyalty.
Keterlibatan PLN dalam forum tersebut semakin memperkuat posisi perusahaan sebagai korporasi yang terus beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, serta kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
Pada kesempatan yang sama, PLN UID Yogyakarta juga menerima penghargaan dalam kategori Korporat Marketing Awards 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya PLN dalam mengembangkan strategi marketing yang inovatif sekaligus memperkuat hubungan dengan pelanggan dan pemangku kepentingan.
General Manager PLN UID Yogyakarta Deri Prasetio Utomo mengatakan, PLN tidak hanya menjalankan amanah pemerintah sebagai penyedia energi listrik bagi masyarakat, tetapi juga merupakan salah satu korporasi yang menjalankan fungsi marketing dalam mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan perusahaan.
“Selain sebagai penyedia energi listrik untuk masyarakat sesuai amanah pemerintah, PLN juga merupakan salah satu korporasi yang menjalankan fungsi marketing. Pertumbuhan pelanggan dan penjualan tidak lepas dari strategi dan inovasi marketing PLN,” ujar Deri.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan AI menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi dunia usaha. Karena itu, PLN terus mendorong transformasi dan inovasi untuk menghadirkan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan pelanggan.
“Kehadiran PLN dalam kegiatan ini menjadi salah satu wujud dukungan PLN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta, sekaligus mendukung penggunaan AI sebagai kekuatan baru di dunia marketing. Kami melihat perkembangan teknologi bukan hanya sebagai alat, tetapi sebagai enabler untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik dan menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah,” lanjut Deri.
Deri menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi semakin penting dalam menghadapi era persaingan berbasis teknologi. Menurutnya, Yogyakarta memiliki ekosistem yang kuat untuk menjadi ruang tumbuh bagi inovasi, kreativitas, dan pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan.
“PLN terbuka untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha, akademisi dan pemerintah daerah. Kami ingin memastikan bahwa transformasi yang dilakukan PLN dapat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya dalam sektor kelistrikan, tetapi juga dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan ekosistem bisnis di Yogyakarta," kata Deri.

18 hours ago
24

















































