Purbaya Sebut Anggaran Buka Rekening Bank Massal tak Sampai Rp11 Triliun

1 hour ago 14

Siswi memegang buku tabungan seusai membuka rekening pelajar di MTs Negeri 39 Jakarta, Selasa (19/5/2026). Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, anggaran program pembukaan rekening bank secara massal bagi masyakarakat kemungkinan tidak sampai mencapai Rp 11 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, anggaran program pembukaan rekening bank secara massal bagi masyakarakat kemungkinan tidak sampai mencapai Rp 11 triliun. Ia menyebut, pemerintah masih menghitungnya dan belum fix menetapkan besaran anggaran tersebut. 

"Belum Rp 11 triliun. Ini anggarannya masih belum dihitung. Kan yang udah punya mungkin juga nggak dibukain," kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kemenkeu RI, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Selain besaran anggaran yang belum pasti, Purbaya juga menuturkan banyaknya jumlah penerima belum fix pula. Ia akan mengecek lebih lanjut nantinya. Termasuk juga soal pembukaan rekening dilakukan oleh bank-bank tertentu, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI). 

"Ada dana cadangan kita yang bisa dipakai. Tapi saya yakin enggak akan sampai Rp 11 triliun. Enggak sampai 200 juta kali (penerima pembukaan rekening), memang (jumlah) usia di atas 17 tahun (segitu)? Nanti kita lihat deh detailnya seperti apa," kata dia. 

Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa pemerintahan akan menyiapkan dana kurang lebih Rp11 triliun untuk rencana pembukaan rekening massal bagi masyarakat.

Ia mengatakan dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan menyasar lebih dari 200 juta masyarakat dengan masing-masing rekening mendapatkan dana pembukaan sebesar Rp50 ribu.

"Dari APBN. Totalnya kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira 600 juta (dolar AS) atau sekitar Rp11 T (triliun) lah," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Namun demikian, Airlangga belum bisa memastikan anggaran tersebut akan sepenuhnya berasal dari APBN Tahun Anggaran 2026 atau dari APBN 2027.

Ia juga menyampaikan anggaran dan skema pembukaan rekening masih dalam pembahasan bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kita akan siapkan dalam waktu dekat. Roll out-nya kita akan bahas dengan BI dan OJK," terangnya.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |