CANTIKA.COM, Jakarta - Rambut rontok, ketombe, hingga rambut rusak masih menjadi tiga masalah rambut yang paling banyak dikeluhkan masyarakat. Seiring tren mewarnai rambut, bleaching, hingga penggunaan alat styling panas yang semakin populer, kebutuhan akan perawatan rambut pun kini tidak lagi hanya berfokus pada batang rambut, tetapi juga kesehatan kulit kepala.
Menurut perwakilan Head of Marketing Schwarzkopf Indonesia, Patricia Siska Schwarzkopf mengatakan perawatan rambut ideal sebaiknya dimulai dari memahami sumber masalahnya terlebih dahulu.
"Keluhan yang paling banyak kami temukan adalah rambut rontok, ketombe, dan rambut rusak. Ketombe sendiri sering kali muncul karena penggunaan produk yang tidak sesuai dengan kondisi kulit kepala. Sementara rambut rusak banyak dipicu oleh proses styling seperti bleaching, pewarnaan rambut, maupun penggunaan alat panas," jelasnya di acara peluncuran Schwarzkopf Extra Care di Jakarta, Jumat 26 Juni 2026.
Schwarzkopf memperkenalkan rangkaian Schwarzkopf Extra Care melalui acara Schwarzkopf Extra Care Launch Event di Central Park, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026/Foto: Doc. Schwarzkopf
Kulit Kepala yang Sehat Jadi Kunci Rambut Kuat
Belakangan ini, istilah scalp care atau perawatan kulit kepala semakin banyak diperbincangkan di dunia kecantikan. Bukan tanpa alasan, kesehatan kulit kepala ternyata sangat memengaruhi kondisi rambut secara keseluruhan. "Kulit kepala yang bermasalah dapat memicu berbagai keluhan, mulai dari rambut mudah rontok, produksi minyak berlebih, hingga rambut yang tampak lemas dan kehilangan volume," ucap Patricia.
Karena itu, kini banyak produk perawatan rambut yang tidak hanya diformulasikan untuk memperbaiki batang rambut, tetapi juga mengatasi berbagai masalah pada kulit kepala. Secara umum, kebutuhan tersebut terbagi menjadi dua kategori utama, yakni perawatan untuk batang rambut dan perawatan khusus kulit kepala.
Kenali Jenis Masalah Kulit Kepala
Ada beberapa kondisi kulit kepala yang paling sering dialami, di antaranya rambut rontok akibat akar rambut yang lemah, kulit kepala berminyak, hingga rambut yang tampak tipis dan kurang bervolume.
Meski gejalanya berbeda-beda, semua kondisi tersebut membutuhkan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit kepala masing-masing.
Misalnya, seseorang dengan kulit kepala berminyak membutuhkan formula yang membantu mengontrol produksi sebum, sedangkan mereka yang mengalami rambut rontok memerlukan perawatan yang berfokus pada penguatan akar rambut.
Schwarzkopf memperkenalkan rangkaian Schwarzkopf Extra Care melalui acara Schwarzkopf Extra Care Launch Event di Central Park, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026/Foto: Doc. Schwarzkopf
Bolehkah Menggabungkan Beberapa Produk Perawatan Rambut?
Tidak sedikit orang Indonesia yang memiliki lebih dari satu masalah rambut sekaligus. Contohnya, kulit kepala mudah lepek tetapi batang rambut justru terasa kering dan bercabang. Menurut Patricia, kondisi seperti ini dapat diatasi dengan mengombinasikan produk sesuai fungsi masing-masing.
"Sebagai contoh, sampo dapat dipilih sesuai kondisi kulit kepala, misalnya untuk mengontrol minyak berlebih. Sementara conditioner difokuskan untuk memperbaiki batang rambut yang kering atau rusak," lanjut Patricia.
Cara ini dinilai membantu memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan menggunakan satu jenis produk untuk seluruh bagian rambut.
Ketombe Belum Tentu Karena Kulit Kepala Kotor
Masih banyak orang menganggap ketombe muncul karena kurang menjaga kebersihan rambut. Padahal, penyebabnya bisa jauh lebih kompleks. Salah satu faktor yang sering terjadi adalah penggunaan sampo yang tidak sesuai dengan kondisi kulit kepala.
Misalnya, seseorang yang memiliki kulit kepala cenderung kering justru menggunakan sampo khusus untuk mengurangi minyak berlebih. Ketidaksesuaian tersebut dapat mengganggu keseimbangan kulit kepala dan memicu munculnya ketombe. Karena itu, memahami kondisi kulit kepala menjadi langkah awal sebelum memilih produk perawatan rambut.
Lantas seberapa sering sebaiknya keramas? Tidak ada aturan baku mengenai frekuensi keramas karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Frekuensi keramas sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari, kondisi kulit kepala, serta lingkungan tempat beraktivitas.
Schwarzkopf memperkenalkan rangkaian Schwarzkopf Extra Care melalui acara Schwarzkopf Extra Care Launch Event di Central Park, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026/Foto: Doc. Schwarzkopf
Bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan atau mudah berkeringat, keramas setiap hari mungkin diperlukan. Sebaliknya, jika aktivitas lebih banyak dilakukan di dalam ruangan dan kulit kepala tidak cepat berminyak, keramas setiap dua hari sekali bisa menjadi pilihan.
"Yang terpenting adalah memperhatikan respons rambut dan kulit kepala setelah menggunakan produk tertentu agar rutinitas perawatan tetap sesuai dengan kebutuhan masing-masing," lanjut Patricia.
Perkembangan industri kecantikan membuat perawatan rambut semakin menyerupai perawatan kulit. Kini, perhatian tidak hanya tertuju pada batang rambut yang tampak indah, tetapi juga pada kesehatan kulit kepala sebagai fondasi rambut yang kuat.
Dengan memilih produk yang sesuai kondisi kulit kepala, mengombinasikan perawatan bila diperlukan, serta menyesuaikan frekuensi keramas dengan aktivitas harian, kesehatan rambut dapat lebih terjaga dalam jangka panjang.
ECKA PRAMITA
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

















































