
SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gelombang aksi massa pasca kericuhan di Solo merembet hingga Kabupaten Sragen. Sejumlah fasilitas umum menjadi sasaran perusakan, termasuk dua pos polisi dan Tugu Adipura di kawasan perkotaan Sragen, Sabtu (30/8/2025) dinihari sekitar pukul 04.00 WIB.
Peristiwa itu bahkan disiarkan secara langsung melalui akun Tiktok Reno22. Dari pantauan di lapangan, gedung-gedung vital seperti DPRD dan Kantor Bupati Sragen dilaporkan tetap aman, namun sejumlah titik lain mengalami kerusakan parah.
Massa diketahui datang dari arah Solo menuju timur melewati Jalan Raya Sukowati. Di perempatan Beloran, terlihat sisa-sisa aksi berupa tumpukan sampah dan ban yang dibakar di tengah jalan. Ketika bergerak ke pusat kota, dua pos polisi menjadi sasaran utama.
Pos Polisi Pasar Kota mengalami kerusakan parah dengan kaca pecah hingga bagian dalam. Pemandangan serupa juga tampak di Pos Polisi Alun-Alun Sragen. Selain itu, Tugu Adipura juga menjadi lokasi pembakaran ban yang meninggalkan jejak kerusakan.
Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, membenarkan insiden tersebut.
“Iya sudah kami monitor, kami fokus siaga 1. Kerusakan ada pada pos polisi,” ujar Kapolres kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .
Ia memastikan Mapolres Sragen dan seluruh anggotanya dalam kondisi aman. Dewiana juga menegaskan bahwa aksi perusakan itu bukan dilakukan komunitas ojek online (ojol).
“Kami pastikan bukan dari komunitas ojol yang melakukan pengerusakan itu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolres menekankan bahwa hubungan kepolisian dengan komunitas ojol di Sragen tetap terjalin baik. Bahkan pihaknya sempat menemui langsung perwakilan ojol untuk menyampaikan permohonan maaf terkait insiden meninggalnya seorang pengemudi ojol di Jakarta.
“Hubungan kami dengan ojol tidak renggang dengan kejadian ini,” imbuhnya.
Polisi menduga aksi anarkis itu dilakukan sekelompok anak muda tanggung yang kerap melakukan balap liar. Meski begitu, Dewiana menegaskan situasi di Sragen tetap kondusif.
“Kalau masyarakat Sragen sendiri aman, baik, dan damai,” pungkasnya.
Huri Yanto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.