Analisis Genetika Penguin Gentoo Temukan 3 Spesies Baru

9 hours ago 20

SEBANYAK tiga spesies penguin baru teridentifikasi setelah analisis genetik dilakukan terhadap jenis penguin gentoo. Jenis gentoo berasal dari genus Pygosclis yang selama ini dikenal mendiami habitat yang sangat terpencil di Antartika dan pulau-pulau di Samudra  Pasifik sebelah selatan--sehingga pelacakan terhadap ragam spesies dan subspesiesnya dipandang lebih sulit.

Beberapa di antara populasinya ditemukan ribuan mil jauhnya dari permukiman manusia. Jenis yang kalah populer dari penguin Kaisar ini juga dikenal senang berburu, tak seperti belasan spesies penguin lainnya yang populasinya biasa tersebar tak jauh dari breeding ground mereka.

Hasil analisis terbaru mengungkap kalau jenis penguin gentoo tersebut ternyata bukan terdiri dari 4 sub spesies, tapi sesungguhnya 4 spesies yang berbeda. Termasuk di dalamnya adalah satu jenis yang benar-benar baru ditemukan dan dinamai Pygoscelis kerguelensis sp. nov. Jenis penguin ini hanya didapati di Pulau Kerguelen dan sekitaran Pulau Heard. 

"Kami mengusulkan sebuah revisi taksonomis menyadari empat spesies penguin gentoo yang berbeda-beda ini, dengan implikasi konservasi yang sangat penting," bunyi isi hasil penelitian itu dikutip dari jurnal Communications Biology edisi 23 April 2026. 

Analisis genom itu dilakukan tim peneliti gabungan dari Cile, Australia, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Inggris, Prancis, dan Brasil. Mereka memeriksa data genetik dari 64 penguin gentoo yang tersebar di 10 koloni berbeda di habitatnya di Antartika dan Pasifik selatan.

Hasilnya, mereka menemukan ribuan veriasi genetik yang menunjukkan bahwa populasi penguin gentoo kemungkinan telah berevolusi secara terpisah dari kelompok spesies lainnya sejak 300-500 ribu tahun lalu. Dugaannya, mereka dipisahkan oleh Antartic Polar Front, halangan temperatur dan salinitas dalam perairan yang membatasi pergerakan satwa.  

"Tidak ada spesies penguin yang taksonominya lebih diperdebatkan daripada milik penguin gentoo," ujar anggota tim peneliti dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat, Rauri Bowie, dalam keterangan pers yang diberitakan Popular Mechanics pada 13 Mei 2026. "Selama lebih dari 100 tahun, taksonomi penguin gentoo telah begitu kontroversial seperti berapa banyak spesies dan subspesies yang ada," kata peneliti di Museum of Vertebrate Zoology dan Department of Integrative Biology itu menambahkan.

Menurut Bowie, analisis genom atas penguin gentoo juga telah mengungkap bagaimana keragaman spesies yang ditemukan berkorelasi dengan nilai-nilai konservasi yang sangat penting. Penguin gentoo yang hidup di bagian selatan, misalnya, memiliki mutasi genetik lebih banyak yang mendukung pembangkitan panas tubuh dan penyimpanan lemak. Contohnya adalah Pygoscelis ellsworthi yang hidup di Semenanjung Antartika dan Pulau Georgia Selatan. 

Sementara, penguin gentoo di bagian utara (Pygoscelis papua) hidup di pulau-pulau di Amerika Selatan. Spesies ini memiliki lebih banyak gen yang terhubung ke kontraksi jantung dan eksitasi otot. Dugaannya untuk meningkatkan berapa lama penguin bisa terus berburu di dalam air. 

Meskipun spesies penguin gentoo secara global saat ini masih dikategorikan dalam status berisiko rendah atau Least Concern, temuan baru ini membawa implikasi konservasi yang serius. Tim peneliti menilai status aman tersebut selama ini sangat dipengaruhi oleh besarnya jumlah populasi penguin gentoo di Antartika. 

"Sedangkan Penguin Galapagos dan penguin di pulau lainnya, karena mereka endemik di pulau-pulau itu, tidak akan dapat menemukan tempat lain untuk hidup kalau lingkungan mereka berubah," kata Profesor Lingkungan dan Ekosistem di Andres Bello National University, Cile, dan juga anggota tim peneliti, Juliana Vianna. 

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |