AS Bakal Pasok 40 Ribu Bom Pembunuh Warga Gaza untuk Israel

6 hours ago 27

Seorang anak ditemukan dari puing-puing bangunan tempat tinggal yang rata akibat serangan udara Israel, di kamp pengungsi Khan Younis di Jalur Gaza selatan, Kamis (19/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan tengah menyiapkan paket penjualan senjata senilai 2,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp45 triliun untuk Israel. Paket tersebut mencakup sekitar 40 ribu bom berbobot 2.000 pound (sekitar 907 kilogram), yang menjadi salah satu transfer amunisi paling destruktif dalam beberapa tahun terakhir.

Mengutip The Washington Post, Selasa (16/9/2026), seorang pejabat AS yang mengetahui rencana transaksi tersebut mengatakan paket itu terdiri atas 20 ribu bom MK-84 dan 20 ribu bom BLU-117. Masing-masing bom memiliki bobot sekitar 2.000 pound.

Selain itu, paket tersebut mencakup 20 ribu hulu ledak penetrator I-2000 yang dirancang untuk menyerang struktur atau bangunan yang diperkuat.

Badan internasional, jurnalis, dan lembaga HAM menemukan bahwa bom MK-84 dan BLU-117 tersebut sebelumnya digunakan Israel sepanjang genosida di Jalur Gaza. Bom-bom itu dijatuhkan di pemukiman padat penduduk dan menimbulkan korban jiwa yang masif jumlahnya.

Rencana penjualan itu telah diberitahukan secara informal kepada komite-komite di Kongres AS. Transaksi tersebut masih membutuhkan persetujuan para pemimpin Kongres yang membidangi urusan luar negeri.

Pemerintahan Trump dilaporkan tengah mendorong pimpinan Komite Hubungan Luar Negeri Senat dan Komite Urusan Luar Negeri DPR AS agar menyetujui paket tersebut.

Tentara Israel menghancurkan seluruh blok pemukiman di kamp Jabalia, sebelah utara Jalur Gaza, akhir Agustus 2025.

Yang menarik, meskipun secara formal disebut sebagai penjualan senjata, Israel tidak akan membiayai seluruh paket tersebut menggunakan dananya sendiri. Pembelian akan menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF), program bantuan AS yang menggunakan dana pembayar pajak Amerika untuk membantu negara mitra membeli persenjataan buatan AS.

Israel saat ini menerima sekitar 3,8 miliar dolar AS bantuan militer AS setiap tahun berdasarkan kesepakatan bantuan bilateral yang berlaku.

Skala paket terbaru tersebut bahkan melampaui sejumlah pengiriman bom berbobot 2.000 pound yang sebelumnya disetujui pemerintahan Joe Biden maupun Trump.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |