Atasi Kekeringan Sawah, Kunnigan Ajukan 16 Jaringan Irigasi Air Tanah

2 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Kabupaten Kuningan memiliki potensi pertanian yang besar. Namun, salah satu tantangan utamanya adalah ketersediaan air, khususnya pada musim kemarau dan masa transisi antarmusim.

Untuk itu, pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) menjadi salah satu solusi strategi guna memberikan sumber air alternatif bagi lahan pertanian yang tidak mendapatkan layanan irigasi secara optimal. “Pada tahun 2026 termin 1 akan dibangun delapan JIAT, dan kami juga sedang berproses untuk mengusulkan 16 JIAT kembali di termin II tahun 2026,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, Selasa (25/8/2026).

Dengan JIAT, lanjut Wahyu, maka air tanah dapat dimanfaatkan secara terencana melalui sumur, pompa, jaringan perpipaan, dan distribusi air menuju lahan pertanian. Kehadiran infrastruktur itu dapat meningkatkan kepastian air bagi petani, mengurangi risiko kekeringan, serta menjaga tanaman tetap produktif.

“Yang lebih penting, JIAT dapat menjadi pengungkit Luas Tambah Tanam (LTT) dan peningkatan Indeks Pertanaman (IP). Lahan yang sebelumnya terkendala air pada musim tertentu dapat tetap ditanami sehingga potensi produksi pangan dapat terus ditingkatkan,” kata Wahyu.

Beberapa hari yang lalu, Pemkab Kuningan pun menerima hibah satu unit sumur JIAT. Adapun lokasinya berada di Desa Ciawi Lor, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. 

Hibah tersebut diserahkan Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) II Cimanuk-Cisanggarung, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Kementerian Pekerjaan Umum. Serah terima hibah ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Hibah Barang Milik Negara oleh Kepala SNVT PJPA II Cimanuk-Cisanggarung, Faris Iqbal Tawakal, selaku pihak kesatu dan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar selaku pihak kedua.

Barang yang dihibahkan itu berupa jalan, irigasi dan jaringan untuk diserahkan kepada masyarakat/pemerintah daerah, dengan uraian Sumur JIAT Desa Ciawi Lor, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. Berdasarkan daftar barang milik negara yang menjadi lampiran berita acara, aset tersebut memiliki nilai perolehan sebesar Rp1.484.800.348 dan tercatat dalam kondisi baik.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |