BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM — Upaya membangkitkan budaya membaca di kalangan umat Katolik Paroki Santo Yakobus Bantul terus digencarkan. Salah satunya melalui penyelenggaraan Seminar Literasi Menulis dan Membaca yang digelar pada Minggu (30/11/2025) pukul 15.00 WIB di aula Gereja Santo Yakobus.
Seminar bertema “Mewartakan Sukacita Natal” ini menghadirkan dua narasumber, yakni praktisi media Y.B. Margantoro dan pegiat literasi Willy Putranta. Kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka kesadaran baru umat mengenai pentingnya kemampuan membaca dan menulis, terutama di lingkungan paroki.
Yohanes Nugroho dari Tim Pelayanan Perpustakaan Paroki menyampaikan harapan besar terhadap kegiatan ini. Menurutnya, keberadaan perpustakaan gereja sebenarnya sudah ada sejak lama, namun belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kami pernah memiliki sarana perpustakaan gereja, namun belum tertata baik. Kami ingin sarana ini dapat diperbaiki, fungsional, dan memberikan manfaat bagi umat,” ujar Yohanes.
Senada dengan itu, Mateus Simbar dan Toto Warsito menuturkan bahwa rendahnya minat baca umat turut menjadi tantangan dalam pengelolaan perpustakaan. Mereka mengajak seluruh pihak di paroki untuk ikut mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca secara lebih konsisten.
Sebelumnya, jajaran Tim Pelayanan Perpustakaan, yakni Yohanes Nugroho, Mateus Simbar Joko Cahyono, V. Toto Warsito, Gabriella Pipit Lina, dan Willy Putranta, mengadakan pertemuan dengan Y.B. Margantoro di Guwosari, Pajangan, Bantul, pada pertengahan November 2025. Dalam diskusi tersebut, para pegiat literasi sepakat bahwa membaca merupakan fondasi penting bagi pendidikan dan kehidupan sosial.
Mereka menilai, arus hiburan dan gawai yang semakin kuat telah membuat sebagian masyarakat meninggalkan kebiasaan membaca. Bahkan anak-anak usia dini hingga peserta didik banyak yang lebih akrab dengan gadget ketimbang buku.
Situasi ini, menurut mereka, menjadi alarm bagi keluarga, sekolah, dan komunitas gereja untuk kembali memperkuat budaya literasi. Berbagai langkah kecil perlu dilakukan agar semangat membaca kembali bertumbuh.
Seperti yang mereka ibaratkan, jika belum mampu menyalakan obor besar, setidaknya nyalakan lilin kecil agar terang tetap hadir—sebuah simbol bahwa setiap upaya kecil untuk menumbuhkan minat baca sangat berarti bagi masa depan umat dan pendidikan. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.
















































