BMI Wonogiri Tak Mau Berhenti di Konsolidasi, Koperasi dan Peternakan Ayam Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Warga

4 hours ago 9
Bolone Mase IndonesiaDari kiri ke kanan (Kornas BMI Kuat HS, Korkab BMI Wonogiri Rohmad Siswadi, Fasilitator Daerah Aris Cahyono) pada sesi pemotongan tumpeng konsolidasi Relawan Bolone Mase Indonesia Wonogiri. Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gerakan relawan Bolone Mase Indonesia (BMI) di Kabupaten Wonogiri mulai diarahkan ke medan yang lebih konkret: ekonomi kerakyatan.

Setelah melewati berbagai dinamika politik nasional dan daerah, BMI Wonogiri kini mendorong penguatan koperasi, UMKM, kewirausahaan hingga peluang kemitraan peternakan sebagai bagian dari gerakan organisasi di tengah masyarakat.

Agenda tersebut mengemuka dalam konsolidasi dan silaturahmi jajaran Koordinator Kecamatan (Korcam) BMI se-Kabupaten Wonogiri yang digelar di Rumah Makan Resto Jawi, Dusun Brubuh, Desa Ngadirojo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Minggu (20/9/2026).

Pertemuan itu dihadiri Ketua Koordinator Nasional (Kornas) BMI Kuat Hermawan Santoso, Ketua Korkab BMI Wonogiri Rohmad Siswadi, Fasilitator Daerah BMI Wonogiri Aris Cahyono, serta jajaran Korcam BMI dari berbagai kecamatan.

Kuat Hermawan Santoso menilai jaringan yang dimiliki BMI dapat diarahkan untuk membuka peluang ekonomi di tingkat masyarakat. Ia bahkan menyatakan kesiapannya membantu pengembangan usaha yang dikelola jajaran Korcam.

“Wonogiri merupakan salah satu daerah percontohan bagaimana setelah Pilpres kita tetap memikirkan kesejahteraan masyarakat. Bagaimana caranya Wonogiri bisa maju, salah satunya dalam konteks berwirausaha,” kata Kuat HS.

Menurut Kuat HS, potensi jaringan BMI tidak hanya berada pada aspek organisasi. Jaringan tersebut juga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun aktivitas ekonomi yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan.

“Saya ingin membantu teman-teman Korcam dengan menunjuk salah satu Korcam untuk mengelola. Semangat Wonogiri ini akan saya cloning ke daerah lain,” ujarnya.

Arah tersebut sejalan dengan perkembangan gerakan BMI di sejumlah daerah pada 2026. Dalam berbagai konsolidasi, BMI menyampaikan penguatan organisasi sekaligus mendorong kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Di Wonogiri, gagasan tersebut kemudian diperinci melalui rencana pengembangan koperasi dan unit usaha.

Fasilitator Daerah BMI Wonogiri Aris Cahyono mengatakan perubahan kondisi masyarakat menuntut organisasi mampu membaca perkembangan dan beradaptasi dengan cepat.

“Bersatu, bergerak, dan berdampak. Pola pikir serta perkembangan zaman semakin cepat, sehingga kita harus mampu beradaptasi,” ujarnya.

Aris Cahyono menyebut penguatan ekonomi pasca-Pemilu 2024 salah satunya diarahkan melalui koperasi.

“Bersatu dengan satu misi, kita perlu mendorong pemerataan ekonomi. Koperasi harus memiliki wujud dan unit usaha. Kita bersatu dalam satu tujuan untuk membangun fondasi ekonomi melalui koperasi,” katanya.

Tidak berhenti pada koperasi, BMI Wonogiri juga mulai membuka peluang di sektor peternakan ayam.

Menurut Aris Arianto, sejumlah perusahaan besar telah menawarkan peluang kemitraan. Sektor tersebut menjadi salah satu pilihan yang tengah dikembangkan karena dapat melibatkan jaringan ekonomi masyarakat sekaligus membuka ruang usaha.

“Kita memulai inovasi ekonomi melalui koperasi. Kita ingin menunjukkan bahwa BMI tetap eksis dan hadir memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua BMI Kabupaten Wonogiri Rohmad Siswadi mengatakan konsolidasi tersebut merupakan agenda pertama setelah pelaksanaan Pilkada. Pertemuan dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antaranggota sekaligus menyatukan kembali langkah organisasi.

“Ini merupakan konsolidasi pertama pasca-Pilkada. Kita bersilaturahmi dengan seluruh Korcam BMI Wonogiri untuk bersama-sama merajut ikatan emosional dan semakin memperkuat gerbong BMI di masa depan,” ujarnya.

Rohmad mengatakan BMI Wonogiri ke depan tidak hanya berkutat pada kegiatan internal organisasi. Pengembangan jiwa kewirausahaan dan UMKM juga menjadi bagian dari agenda yang ingin didorong.

“Kita berharap semangat entrepreneurship dan UMKM bisa tumbuh dan berkembang di Kabupaten Wonogiri. Dengan begitu, selain memperkuat ekonomi masyarakat, gerbong BMI juga tetap solid,” katanya.

Bagi BMI Wonogiri, tantangannya kini adalah mengubah gagasan tersebut menjadi kegiatan ekonomi yang benar-benar berjalan. Koperasi membutuhkan unit usaha, UMKM membutuhkan pasar, sedangkan kemitraan peternakan membutuhkan pengelolaan dan jaringan yang jelas.

Karena itu, konsolidasi BMI Wonogiri kali ini tidak hanya berbicara tentang struktur organisasi. Di dalamnya terdapat agenda yang lebih panjang: membangun jaringan usaha, memperkuat koperasi, mengembangkan UMKM, membuka kemitraan peternakan, serta mencari peluang investasi dari dalam maupun luar daerah. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |