Tembok ratapan di kompleks Masjid al Aqsa Yerusalem.
REPUBLIKA.CO.ID,YERUSALEM -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sejumlah menteri, dan ribuan warga Israel memasuki pelataran Tembok Ratapan di Yerusalem Timur yang dijajah di tengah pengamanan ketat, demikian pernyataan Gubernur Yerusalem dari pihak Palestina pada Ahad dini hari.
Pihak gubernur menyatakan bahwa ribuan warga Israel tersebut memasuki pelataran itu setelah melewati Jalan Wadi di Kota Tua, dikutip dari laman Anadolu Agency, Ahad (20/9/2026)
Disebutkan pula bahwa aksi masuk ini menyusul seruan untuk melakukan doa dan ritual keagamaan di Gerbang Rahmat (Gate of Mercy), salah satu gerbang Masjid Al-Aqsa. Pihak gubernur mencatat bahwa banyak warga Palestina telah datang ke kawasan tersebut untuk sholat di Masjid Al-Aqsa dan berbelanja di Kota Tua.
Mereka mengimbau warga Palestina untuk datang ke Masjid Al-Aqsa guna menangkal penyusupan pihak penjajah dan "menggagalkan rencana penjajah" menjelang Yom Kippur, salah satu hari raya keagamaan utama dalam Yudaisme.
Israel menguasai Tembok Ratapan dengan alasan pentingnya situs tersebut sebagai tempat suci Yahudi. Sementara itu, Administrasi Wakaf Islam Yerusalem dan Gubernur Yerusalem menyatakan bahwa tembok tersebut merupakan bagian dari situs suci Islam.
Pelataran Tembok Ratapan, yang dibuka sepanjang waktu oleh otoritas Israel, menjadi lokasi penyelenggaraan upacara keagamaan, doa, dan acara resmi Israel. Pemeriksaan keamanan dan penggeledahan dilakukan di pintu-pintu masuk.
Kelompok-kelompok Israel telah menyerukan para pendukungnya untuk berkumpul di luar Gerbang Rahmat guna melaksanakan doa yang dikenal sebagai "Selichot" menjelang Yom Kippur, yang dimulai pada 21 September.
Periode hari raya Yahudi ini dimulai dengan Tahun Baru Ibrani pada 12-13 September dan akan berlanjut dengan Yom Kippur (Hari Penebusan Dosa) pada 21 September; Sukkot (Hari Raya Pondok Daun) dari 26 September hingga 2 Oktober; serta Simchat Torah (yang menandai selesainya siklus pembacaan Taurat tahunan) pada 3 Oktober.
Menurut pernyataan tersebut, sejak tahun 2003, polisi Israel secara sepihak telah mengizinkan warga Israel untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa.

6 hours ago
20
















































