Buka Muktamar NU, Presiden Prabowo Kenang Peran Ulama dalam Perjuangan Kemerdekaan

1 hour ago 14

Presiden Prabowo Subianto (kiri) memberi salam kepada Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar (kanan) usai membuka secara resmi Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dengan ditandai menabuh bedug di Lapangan Untung Suropati Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Pembukaan muktamar ditandai dengan penabuhan bedug oleh Presiden Prabowo. (FOTO : ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya saat membuka secara resmi Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Lapangan Untung Suropati Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung kedekatan NU dengan sejarah perjuangan bangsa dan nilai kebangsaan yang diwariskan para ulama. (FOTO : ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

Presiden Prabowo menekankan bahwa semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air telah tumbuh di lingkungan pesantren jauh sebelum Indonesia merdeka. Presiden mencontohkan lagu Syubbanul Wathon karya KH Abdul Wahab Chasbullah yang diciptakan sebelum kemerdekaan sebagai gambaran kuatnya semangat kebangsaan di kalangan ulama pesantren. (FOTO : BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) menyalami panitia usai membuka secara resmi Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Agenda penting Muktamar dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (29/8/2026), yakni pengesahan hasil komisi serta tahapan pemilihan dan penetapan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk masa khidmah 2026–2031. (FOTO : ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG -- Presiden Prabowo Subianto membuka secara resmi Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Lapangan Untung Suropati Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Pembukaan ditandai dengan penabuhan bedug oleh Presiden, yang kemudian disambut dengan suasana hangat bersama Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar.

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti sejarah panjang NU dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia menekankan bahwa nilai nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air telah tumbuh di kalangan ulama dan pesantren jauh sebelum Proklamasi 1945. Prabowo juga mengangkat lagu Syubbanul Wathon karya KH Abdul Wahab Chasbullah sebagai salah satu bukti kuatnya semangat kebangsaan yang diwariskan ulama NU.

sumber : Antara Foto

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |