GROBOGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perempuan 39 tahun berinisial SP itu sama sekali tak pernah membayangkan, hanya karena meninggalkan bayinya 11 bulan di rumah demi membeli bubur buat sarapan, petaka terjadi dengan sangat tiba-tiba.
Sang buah akan disuapi sepulang dari dari membeli bubur, ternyata direnggut dari hidupnya. Bayi tak berdosa itu tewas di tengah kobaran api yang meluluhlantakkan rumahnya.
Bayi laki-laki berusia 11 bulan, RM, tewas dalam kebakaran yang meluluhlantakkan bangunan kamar rumah orangtuanya di Desa Dempel, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Sabtu (17/1/2026).
Korban terjebak di dalam kamar saat api menghanguskan ruangan tersebut.
Kapolsek Karangrayung, AKP Sunarto mengatakan, sebelum insiden nahas itu terjadi, SP (39), ibu korban, keluar rumah untuk membeli bubur sarapan pagi, sekitar pukul 07.30.
Saat itu, korban tengah tertidur pulas di atas ranjang di dalam kamar.
Adapun ayah korban sudah terlebih dahulu pergi ke pasar untuk membeli keperluan dagangan nasi goreng miliknya.
Bayi malang tersebut ditinggalkan seorang diri di dalam kamar dengan peralatan elektronik yang masih tersambung listrik.
“Korban ditinggal dengan posisi kipas angin menyala di atas kasur,” kata Sunarto, Sabtu.
Belasan menit kemudian, Maryati (43), tetangga korban yang sedang mencuci pakaian di samping rumahnya, terkejut melihat kobaran api disertai kepulan asap tebal.
Sumber api diketahui berasal dari bangunan bagian depan rumah korban.
“Saksi lantas berteriak meminta pertolongan warga. Ketika itu ibu korban juga sudah tiba di rumah dan langsung pingsan,” ujar Sunarto.
Warga yang mendengar teriakan saksi segera berdatangan dan berupaya memadamkan api secara manual dengan peralatan seadanya.
Namun, api dengan cepat mengganas dan menghanguskan seluruh bagian kamar yang berkonstruksi kayu tersebut.
“Sayang korban tak terselamatkan, korban meninggal dunia dengan luka bakar serius,” jelas Sunarto.
Menerima laporan kejadian tersebut, petugas Polsek Karangrayung bersama Tim Inafis Polres Grobogan diterjunkan ke lokasi untuk menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).
Tenaga medis dari Puskesmas Karangrayung I juga didatangkan untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah bayi tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara di lokasi kejadian, polisi menemukan indikasi kuat bahwa api dipicu oleh gangguan arus pendek pada peralatan elektronik yang digunakan di dekat tempat tidur korban.
“Ini murni kebakaran, diduga karena korsleting kipas angin. Barangbukti kipas angin, kabel dan stop kontak yang terbakar sudah diamankan,” kata Sunarto. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Setelah pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.



















































