W.S Nurbaiti
Tontonan | 2026-08-27 21:07:36
Film Dan Bandung, hadirkan kisah cinta muda antara basil dan elma yang penuh emosi. (Foto Instagram @veronafilmsofficial)
Mari sepakati bersama sebuah film kadang membuat jatuh cinta karena ceritanya. Ada pula film yang membuat penonton mengingat kembali sesuatu yang pernah kita rasakan. Dan Bandung berada di antara keduanya. Sebagai Novel yang diangkat ke layar lebar ia bercerita tentang cinta anak muda, tetapi sesungguhnya yang dibicarakan lebih luas: tentang keluarga, kesenjangan sosial, kehilangan sosok ayah, dan bagaimana seseorang mencari tempat untuk merasa diterima.
Film karya Rudi Soedjarwo yang diadaptasi dari novel Pidi Baiq ini membawa Bandung bukan sekadar sebagai latar. Kota menjadi bagian dari perjalanan Basil dan Elma. Jalan-jalan, keramaian, suara kendaraan, hingga sudut kota yang mungkin bagi sebagian orang terasa biasa, justru menjadi ruang tempat hubungan keduanya perlahan tumbuh.
Basil adalah mahasiswa Seni Rupa tingkat akhir yang hidupnya jauh dari kemewahan. Setelah ayahnya, Nugraha, dipenjara akibat fitnah, ia tinggal bersama Mang Yadi dan Bi Rini. Kuliah dan menyelesaikan skripsi bukan perkara sederhana. Ia harus mengelola kios kaos bersama Doni dan Uu sembari mencari pekerjaan sampingan untuk bertahan hidup.
Di sisi lain ada Elma, mahasiswi Farmasi yang datang dari keluarga berada. Ia tumbuh dalam lingkungan yang serba terkontrol, terutama oleh ayahnya, Wiradireja. Pertemuan yang pada awalnya bahkan tidak berlangsung manis justru menjadi pintu masuk bagi sebuah hubungan yang kemudian membawa mereka pada persoalan yang lebih besar.
Cinta yang Berhadapan dengan Kasta
Pada titik tertentu, Dan Bandung berhenti menjadi kisah tentang bagaimana Basil mendapatkan Elma. Persoalannya bergeser menjadi pertanyaan yang lebih lama: apakah cinta cukup ketika dua orang datang dari dunia yang berbeda?
Basil tidak hanya harus berhadapan dengan seorang ayah yang tidak menyukainya. Ia juga harus berhadapan dengan keadaan hidupnya sendiri. Ia tidak memiliki kemewahan seperti yang dimiliki Elma. Bahkan untuk menyelesaikan pendidikan, ia harus bekerja sambil kuliah.
Di sinilah film terasa lebih dekat dengan kenyataan. Cinta sering kali tidak hidup di ruang kosong. Ia selalu membawa serta keluarga, ekonomi, pendidikan, status sosial, bahkan masa lalu.
Elma pun bukan sekadar perempuan kaya yang jatuh cinta kepada lelaki sederhana. Ia membawa persoalan sendiri. Hubungannya dengan sang ayah memperlihatkan bagaimana kontrol keluarga dapat membentuk seseorang menjadi pribadi yang tertutup. Dalam konteks tersebut, film juga menyentuh gambaran fatherless generation, meskipun persoalan Elma dan Basil hadir dengan bentuk yang berbeda.
Basil kehilangan kehadiran ayah karena persoalan yang menimpa keluarganya. Elma justru memiliki ayah yang hadir begitu kuat dalam kehidupannya hingga ruang untuk menentukan pilihan sendiri menjadi sempit.
Keduanya seperti datang dari dua ujung persoalan keluarga yang berbeda. Yang satu kehilangan kehadiran ayah. Yang lain terlalu kuat berada di bawah bayang-bayangnya.
Bandung yang Tidak Pernah Benar-Benar Diam
Salah satu kekuatan Dan Bandung berada pada cara film memperlakukan kotanya. Menurut saya Bandung tidak digambarkan hanya sebagai kota romantis dengan udara sejuk dan tempat-tempat indah. Ada Bandung yang ramai, berisik, penuh kendaraan dan manusia. Ada pula Bandung yang memberikan ruang bagi dua orang untuk berbicara lebih pelan.
Adegan di kolong Jembatan Alun-alun Bandung menjadi salah satu contohnya. Di tengah suara kendaraan yang terus bergerak, Elma justru menemukan ketenangan. Basil mengajaknya merasakan bagaimana kebisingan kota perlahan dapat menghilangkan kegelisahan yang ada dalam pikirannya.
Adegan tersebut menarik karena romantisme tidak dibangun melalui kemewahan. Tidak ada tempat eksklusif atau gestur cinta yang berlebihan. Hanya dua orang yang berbicara di tengah suara kota.
Basil hadir bukan sebagai lelaki yang mampu menyelesaikan semua persoalan Elma, melainkan sebagai seseorang yang membuatnya merasa sedikit lebih tenang.
Mungkin memang begitu bentuk cinta yang paling sederhana. Bukan selalu tentang menyelamatkan seseorang, tetapi tentang menyediakan tempat ketika seseorang sedang ingin berhenti sejenak dari segala kebisingan.
Rudi Soedjarwo dan Nostalgia yang Tidak Berlebihan
Nama Rudi Soedjarwo tentu membawa ingatan sebagian penonton kepada Ada Apa Dengan Cinta?. Ada ekspektasi bahwa ketika ia kembali menggarap drama romantis anak muda, nostalgia akan menjadi bagian yang tidak terhindarkan. Namun Dan Bandung tidak perlu menjadi Ada Apa Dengan Cinta? versi lain.
Rudi membawa pengalaman panjangnya dalam menggarap cerita anak muda, tetapi tetap memberikan ruang bagi karakter dan dunianya sendiri. Dialog dibuat cukup cair, sementara hubungan Basil dan Elma tidak dipaksakan menjadi romansa yang terlalu manis.
Sentuhan Pidi Baiq juga terasa dalam cara cerita memandang cinta. Ada keluguan, humor kecil, dan romantisme yang tidak selalu hadir dalam bentuk besar. Justru momen-momen sederhana yang membuat hubungan kedua karakter terasa lebih dekat.
Film berdurasi sekitar 117 menit ini memang tidak menawarkan sesuatu yang benar-benar baru dalam formula film romantis. Perbedaan status sosial, restu orang tua, cinta yang terhalang keluarga, dan perjuangan mendapatkan pasangan adalah tema yang sudah berkali-kali hadir dalam sinema Indonesia.
Namun persoalannya bukan selalu tentang apakah sebuah cerita baru atau lama. Kadang yang lebih penting adalah bagaimana cerita lama diceritakan kembali. Dan Dan Bandung memiliki caranya sendiri.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

1 hour ago
7
















































