WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono menyampaikan pesan penting terkait meningkatnya ancaman bencana alam di Jawa Tengah saat memimpin upacara 17-an bulan Desember 2025. Upacara tersebut digelar di Lapangan Makodim 0728/Wonogiri, Rabu (17/12/2025), dan diikuti oleh seluruh prajurit, PNS Kodim 0728/Wonogiri, serta personel Minvetcad IV/34.
Dalam amanatnya, Letkol Inf Edi Ristriyono menyampaikan pesan Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin yang menyoroti perkembangan situasi nasional. Pangdam menekankan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia tengah mengalami duka akibat bencana alam, mulai dari Aceh hingga Sumatra. Sementara di wilayah Jawa Tengah sendiri, bencana banjir dan tanah longsor beberapa waktu terakhir melanda Cilacap, Banjarnegara, Banyumas, hingga Semarang, yang menimbulkan korban jiwa serta kerugian harta benda.
Menurut Pangdam, kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini tidak bisa dipandang sebagai kejadian biasa. Fenomena tersebut harus menjadi pengingat serius bagi seluruh elemen bangsa, khususnya aparat kewilayahan, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Lingkungan sekitar harus terus diamati, terutama wilayah yang memiliki potensi rawan bencana, guna meminimalkan risiko yang bisa timbul sewaktu-waktu.
Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono menegaskan bahwa peran TNI tidak hanya sebatas kesiapan personel di lapangan, tetapi juga menyangkut upaya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Kewaspadaan terhadap bencana harus disampaikan secara konsisten, mulai dari lingkup keluarga, kerabat, hingga warga yang tinggal di kawasan rawan bencana. Edukasi yang tepat dinilai sangat penting agar masyarakat memiliki kesiapan mental dan langkah antisipasi ketika menghadapi kemungkinan terburuk.
Lebih lanjut, Pangdam IV/Diponegoro melalui amanat yang dibacakan Dandim juga memberikan sejumlah penekanan yang wajib dipedomani oleh seluruh jajaran. Peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa disebut sebagai landasan moral utama dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara. Nilai tersebut menjadi fondasi agar setiap prajurit tetap humanis dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Selain itu, profesionalisme dan kemampuan individu prajurit harus terus ditingkatkan seiring kompleksitas tugas yang semakin dinamis. Tantangan kebencanaan, sosial, hingga keamanan wilayah menuntut kesiapan fisik, mental, dan keterampilan yang mumpuni. Dalam konteks ini, TNI dituntut selalu adaptif dan responsif terhadap setiap situasi yang berkembang di masyarakat.
Pangdam juga menegaskan pentingnya menjaga kemanunggalan TNI dan rakyat. Prajurit diminta untuk tidak pernah lelah hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai kesulitan yang dihadapi warga. Koordinasi melekat dengan pemerintah daerah dan instansi terkait pun menjadi kunci utama dalam penanganan potensi bencana, termasuk dengan menyiapkan satuan reaksi cepat penanggulangan bencana.
Menutup amanat tersebut, Dandim 0728/Wonogiri kembali mengingatkan jajarannya agar tidak pernah lelah berbuat kebaikan. Setiap prajurit diminta memberikan kemampuan terbaiknya, bukan hanya untuk satuan, tetapi juga demi keselamatan masyarakat, keutuhan bangsa, dan kejayaan negara. Pesan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana di Jawa Tengah membutuhkan sinergi, kepedulian, dan komitmen nyata dari semua pihak. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.



















































