Dee Lestari Comeback ke Dunia Musik, Rilis Lagu Pembuka untuk Album Ketiga

3 weeks ago 41

Penyanyi dan penulis novel, Dee Lestari. Dee merilis single baru berjudul (Jangan) Jatuh Cinta pada Selasa (16/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah hampir dua dekade identitasnya sebagai penulis buku kuat mendominasi, Dee Lestari kini kembali merengkuh kembali dunia musik yang telah lama ia cintai. Dee yang telah dikenal sebagai penyanyi dan pencipta lagu produktif sejak era Rida Sita Dewi (1995-2003) dan menelurkan hit seperti “Malaikat Juga Tahu” (dari album Rectoverso, 2007), kini menggebrak industri musik dengan single terbarunya, “(Jangan) Jatuh Cinta”.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id pada Selasa (16/12/2025), lagu ini menjadi pembuka album solo ketiganya setelah 17 tahun vakum dari rilisan album utuh. Jeda panjang Dee dari panggung musik sebagai penyanyi solo didorong oleh fokusnya yang amat intens pada karier kepenulisan. Namun, sebuah momen kehilangan mendalam pada 2024 menjadi titik balik tak terduga.

Setelah ayahandanya berpulang, Dee sempat merasakan duka mendalam. Di tengah kesendiriannya di rumah, ia memutuskan menghibur diri dengan sebuah "ritual" sederhana yaitu bernyanyi menggunakan laptop dan speaker. Momen bernyanyi ini seketika membangkitkan sesuatu yang berbeda. Hatinya terasa hidup lagi, dan ia pun kembali jatuh cinta pada kegiatan bermusik. Ritual bernyanyi hampir setiap malam selama berminggu-minggu itu tak hanya membantunya pulih dari kedukaan, tetapi juga membulatkan tekadnya untuk kembali berkarya dalam format album musik.

Niat tulus itu terwujud pada 2025. Dibantu oleh tim manajemen yang solid—termasuk Arie Dagienkz, Riko Prayitno (Mocca), Bayu Fajri, dan Anthono—proses produksi album solo ketiga Dee pun dimulai. Album ini dibuka oleh single penuh makna, “(Jangan) Jatuh Cinta”, yang dirilis serempak di berbagai platform streaming pada 16 Desember 2025, menjadi hadiah penutup tahun yang manis bagi para penikmat musiknya.

Melalui lirik khasnya yang selalu berhasil menyentuh sekaligus menggelitik, lugas namun puitis, Dee mengangkat tema universal tentang pertentangan abadi antara logika dan hati. Lagu ini mengeksplorasi bagaimana logika, didorong oleh keinginan untuk melindungi hati dari risiko disakiti, mati-matian berusaha mengendalikan gejolak perasaan. Namun, hati selalu berujar dari kejujuran yang paling murni; perasaan sejati tak bisa diarahkan atau dikemudikan.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |