JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang selama ini menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ternyata masih menyisakan pekerjaan besar. Menjelang dua tahun pemerintahan berjalan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan secara terbuka mengakui program tersebut belum menunjukkan hasil yang bisa disebut berhasil.
Pengakuan itu disampaikan Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, dalam rapat koordinasi mengenai MBG di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).
Di tengah pemaparan mengenai capaian berbagai program pemerintah, Zulhas membandingkan keberhasilan sejumlah sektor dengan program yang hingga kini masih menghadapi persoalan.
“Memang ada yang sudah berhasil, sukses, seperti beras, jagung sukses, alhamdulillah setahun beres. Ada juga yang belum berhasil, yaitu BGN,” ujar Zulkifli.
Pernyataan tersebut cukup menarik karena disampaikan langsung di hadapan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. Saat mendengar evaluasi dari Menko Pangan tersebut, Sudaryono tampak hanya menganggukkan kepala.
BGN sendiri merupakan lembaga yang berada di garis depan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Program ini menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Prabowo dan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara luas, khususnya kelompok anak-anak dan penerima manfaat lainnya.
Namun, Zulhas menilai pelaksanaan program tersebut belum dapat dikategorikan berhasil secara optimal.
Tak hanya MBG, Zulhas juga menyinggung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menurutnya masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
“Ada juga Kopdes, itu juga pekerjaan rumah besar sekali, menyangkut 82 ribu desa,” kata Zulhas.
Pemerintah, lanjut dia, saat ini masih melakukan pembenahan terhadap sejumlah koperasi, termasuk yang berada di wilayah pegunungan. Pemerintah pun memasang target agar manfaat program Koperasi Desa Merah Putih mulai lebih banyak dirasakan masyarakat sebelum 20 Oktober 2026.
Pengakuan terbuka Zulhas tersebut sekaligus menjadi catatan atas pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah. Di satu sisi, pemerintah mengklaim sejumlah target, seperti produksi beras dan jagung, telah menunjukkan hasil. Namun di sisi lain, dua program besar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, yakni MBG dan Kopdes Merah Putih, masih belum lepas dari berbagai pekerjaan rumah.
Tempo telah berupaya meminta tanggapan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari terkait penilaian Zulhas tersebut. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada respons dari keduanya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.



















































