Edukasi “Sayangi Payudaramu”, STIKES Nasional Tekankan Pentingnya Deteksi Dini 

2 days ago 21
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Nasional bersama tenaga medis RS Islam Solo menggelar kegiatan edukasi bertema “Sayangi Payudaramu: SADARI Sejak Dini” bagi perempuan di Desa Bentakan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jumat (28/11/2025). Istimewa

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Nasional bersama tenaga medis RS Islam Solo menggelar kegiatan edukasi bertema “Sayangi Payudaramu: SADARI Sejak Dini” bagi perempuan di Desa Bentakan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jumat (28/11/2025).

Edukasi mencakup penyuluhan kanker payudara, pelatihan SADARI, pemeriksaan klinis SADANIS, pengecekan gula darah dan BMI, serta pelatihan pembuatan alat peraga SADARI berbahan dakron yang dapat dipakai kembali untuk edukasi posyandu.

dr. Astri Aditya Wardhani, Sp.PA, menjelaskan pentingnya mengenali perubahan payudara sejak dini. Pasalnya, ia mengatakan banyak ibu-ibu yang takut atau malu memeriksa diri.

“Padahal, deteksi dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan,” bebernya.

Ditambahkan, dr. Endang Widhiyastuti, M.Gizi, hasil skrining menunjukkan mayoritas kadar gula darah dan BMI peserta berada pada kategori normal, sehingga diharapkan dapat dipertahankan melalui pola hidup sehat.

Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, terdapat lebih dari 66.000 kasus baru kanker payudara di Indonesia, menjadikannya kanker dengan angka kejadian tertinggi pada perempuan. Rendahnya pemeriksaan dini di tingkat masyarakat desa masih menjadi tantangan nasional.

Sementara itu, kegiatan edukasi melibatkan mahasiswa STIKES Nasional, yaitu Yusuf G., Natahnia Thea V., Nur F., Vindy W.K., dan Dewi K., yang membantu pendampingan peserta, simulasi SADARI, serta pengelolaan pemeriksaan sederhana.

Sekretaris Desa Bentakan, Ibu Sunarsih, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu di desa kami. Banyak yang belum paham cara memeriksa payudara, dan hari ini mereka belajar langsung. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” katanya.

Ketua tim PkM, Wimpy, M.Pd, menegaskan pentingnya edukasi di tingkat desa. “SADARI sebulan sekali itu sederhana, tapi dampaknya besar. Dengan mengenali perubahan lebih cepat, kita bisa mencegah kanker pada stadium lanjut,” ujarnya. Prihatsari

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |