Ekonomi Nasional Tunjukkan Ketangguhan di Tengah Gejolak Global

3 weeks ago 32

(Beritadaerah-Jakarta) Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama kuartal II tahun 2025 menunjukkan performa yang kuat di tengah tekanan global. Berdasarkan data terbaru, produk domestik bruto (PDB) tumbuh 5,12 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dari capaian triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 4,87 persen.

Pemerintah menilai capaian ini mencerminkan ketahanan struktural ekonomi nasional. Dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (5/8/2025), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kinerja Indonesia termasuk yang tertinggi di kawasan, hanya sedikit di bawah Tiongkok yang mencatat pertumbuhan 5,2 persen. Di sisi lain, sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Korea Selatan menunjukkan angka pertumbuhan yang lebih rendah.

Disebutkan pula bahwa kontribusi utama terhadap pertumbuhan berasal dari sektor Industri Pengolahan, Pertanian, dan Perdagangan, yang masing-masing menyumbang hampir setengah dari total PDB nasional. Aktivitas produksi yang semakin bergairah, baik untuk pasar domestik maupun ekspor, turut memperkuat pertumbuhan di sektor-sektor tersebut.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi pendorong utama dengan kontribusi 54,25 persen terhadap PDB dan pertumbuhan sebesar 4,97 persen. Investasi, yang diukur melalui Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), juga menunjukkan tren positif, tumbuh 6,99 persen seiring dengan meningkatnya permintaan barang modal.

Di tengah ketidakpastian global, indikator eksternal Indonesia dinilai masih dalam kondisi stabil. Cadangan devisa tetap tinggi di angka USD152,6 miliar, neraca pembayaran mempertahankan surplus selama 62 bulan berturut-turut, dan rasio utang masih berada pada tingkat aman di kisaran 30 persen.

Secara wilayah, pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Kawasan Sulawesi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,83 persen, yang sebagian besar didorong oleh industri pengolahan berbasis sumber daya alam. Hal ini menunjukkan distribusi pembangunan yang semakin merata dan inklusif.

Sejumlah indikator konsumsi masyarakat juga mencerminkan pemulihan yang berkelanjutan. Penjualan eceran naik 1,19 persen, sementara transaksi digital tumbuh 6,26 persen. Pemerintah menilai bahwa peningkatan mobilitas masyarakat, terutama selama momen liburan nasional, mendorong pertumbuhan di sektor pariwisata, yang tercermin dari lonjakan perjalanan wisata domestik sebesar 22,32 persen.

Dari sisi penanaman modal, keyakinan investor terhadap ekonomi nasional tetap solid. Realisasi investasi dalam negeri dan asing pada periode ini mencapai Rp477,7 triliun, atau tumbuh 11,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di saat yang sama, belanja modal pemerintah juga meningkat tajam sebesar 30,37 persen.

Pemerintah berencana melanjutkan kebijakan dukungan fiskal, termasuk insentif sektor transportasi, untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun, terutama selama libur Natal dan Tahun Baru mendatang.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |