Ekosistem Kesehatan Menguat, Penjualan Medela Potentia Tumbuh 10,1 Persen

2 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penguatan ekosistem kesehatan dan perluasan distribusi menjadi salah satu penopang kinerja PT Medela Potentia Tbk (MDLA) pada semester I 2026. Perseroan mencatat pertumbuhan penjualan dan laba bersih secara dua digit di tengah pengembangan bisnis distribusi, alat kesehatan, serta kanal digital.

Dalam Public Expose Live yang digelar secara daring pada Selasa (8/9/2026), Medela Potentia melaporkan penjualan sebesar Rp8,2 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut meningkat 10,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan juga tercermin pada profitabilitas. Laba bersih perseroan naik 12,6 persen menjadi Rp226 miliar. Sementara itu, gross profit meningkat 6,8 persen menjadi Rp762 miliar dan EBITDA tumbuh 11,2 persen menjadi Rp325 miliar.

Investor Relations PT Medela Potentia Tbk Harris Lesmana mengatakan pertumbuhan tersebut ditopang sejumlah faktor, mulai dari peningkatan volume distribusi, penambahan prinsipal, penguatan produk sendiri (own product), hingga optimalisasi kanal digital.

“Pertumbuhan kinerja Semester I 2026 ditopang oleh beberapa driver yang saling melengkapi, mulai dari ekspansi volume distribusi, penambahan prinsipal, penguatan own product, hingga optimalisasi kanal digital,” kata Harris dalam paparan tersebut.

Dari sisi distribusi, anak usaha Medela Potentia, PT Anugrah Argon Medica (AAM), menambah lima prinsipal baru. Penambahan tersebut terdiri atas satu prinsipal ethical, tiga prinsipal consumer health, dan satu prinsipal alat kesehatan.

Penguatan juga dilakukan melalui produk alat kesehatan milik sendiri. Produk Stardec yang dipasarkan PT Djembatan Dua mencatat pertumbuhan penjualan 34 persen, antara lain ditopang peluncuran Stardec DecaCare 5 Liter dan Stardec DecaFoam. Produk Stardec sebelumnya telah diekspor ke Kamboja dan Timor-Leste pada 2025 dan direncanakan kembali diekspor pada 2026.

Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk Juliwaty menilai perkembangan bisnis kesehatan di Indonesia masih membuka ruang ekspansi. Menurut dia, cakupan bisnis perseroan yang meliputi distribusi, alat kesehatan, manufaktur, dan digital menjadi fondasi untuk memperluas jangkauan layanan.

“Pertumbuhan bisnis kesehatan di Indonesia memberikan peluang yang besar bagi Perseroan untuk terus berkembang,” ujar Juliwaty.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan distribusi produk kesehatan, Medela Potentia juga memperkuat infrastrukturnya. Pembangunan gudang AAM Medan telah mencapai 95 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026. Fasilitas tersebut akan memperkuat kemampuan distribusi perseroan di wilayah Sumatera.

Perseroan juga merencanakan pembangunan National Distribution Center (NDC) 2 pada 2027. Fasilitas yang difokuskan untuk kebutuhan cold storage itu direncanakan berdiri di atas lahan seluas 2,7 hektare di Kawasan Industri Jababeka 2.

Di sisi digital, lini GPOS B2B mencatat pertumbuhan penjualan 20 persen dengan peningkatan coverage 15 persen. Platform tersebut bekerja sama dengan 18 prinsipal dan mencakup 40 merek produk. Implementasi AI Forecast juga membantu perseroan menekan tingkat out-of-stock menjadi di bawah 2 persen.

Pertumbuhan bisnis turut dibarengi dengan agenda keberlanjutan. Perseroan memasang panel surya berkapasitas 93,75 kWp DC di AAM Tangerang serta melakukan elektrifikasi armada dengan 107 kendaraan listrik yang tersebar di 15 cabang dan 13 kota.

Pada aspek sosial, program Argon Peduli telah menjangkau 8.505 orang dan melibatkan 56 komunitas di 27 kota, 18 provinsi, dan enam pulau. Sementara pada aspek tata kelola, AAM bekerja sama dengan BPOM pusat dan daerah untuk meningkatkan penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) di delapan kota dengan menjangkau 836 apoteker.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |