KemenESDM Pastikan B50 Aman, Lulus Uji Tambang 1.000 Jam Tanpa Kendala

1 hour ago 14

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa bahan bakar B50 atau biosolar telah berhasil melewati rangkaian uji coba ketahanan di sektor pertambangan. Pengujian yang dilakukan selama 1.000 jam ini menunjukkan hasil yang baik tanpa adanya kendala berarti.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa uji ketahanan (durability) telah mencapai target waktu yang ditentukan. "Uji tambang juga kita lakukan 1.000 jam. Dari durasi durability ketahanan itu sampai dengan 1.000 jam," ujar Eniya di Jakarta, Selasa.

Menurut Eniya, pengujian B50 dilakukan di tiga perusahaan tambang yang berbeda. Selama proses pengujian berlangsung, tidak ditemukan adanya kendala atau masalah teknis yang signifikan. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengujian ini dilakukan secara intensif selama enam bulan dan hasilnya tetap konsisten baik.

"Ini sudah melewati batas uji yang diperlukan. Jadi kami pastikan bahwa di tambang pun aman. Dan ini yang dibuktikan sendiri oleh pengusaha tambang di tiga lokasi," tegasnya.

Ketahanan Filter Meningkat Signifikan

Salah satu temuan positif dari uji coba ini adalah peningkatan signifikan pada ketahanan filter mesin. Eniya mengungkapkan bahwa dalam kondisi normal, filter mesin biasanya memerlukan penggantian pada durasi pemakaian 250 jam. Namun, dengan penggunaan B50, filter tersebut mampu bertahan hingga 500 jam.

Sebelum pemberlakuan mandatori B50 secara luas, Kementerian ESDM telah melakukan serangkaian pengujian menyeluruh. Pengujian tidak hanya terbatas pada alat berat tambang, tetapi juga mencakup berbagai jenis kendaraan, termasuk kendaraan pribadi, angkutan umum, dan mesin pembangkit listrik.

Eniya menegaskan bahwa seluruh proses pengujian dilakukan secara terbuka. Pihaknya juga menggandeng semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam rencana penerapan B50 untuk memastikan transparansi dan akurasi data.

Terkait pengujian pada kendaraan ringan, Eniya memaparkan hasil yang tidak kalah memuaskan. Pengujian dilakukan pada beberapa mobil hingga menempuh jarak 50 ribu kilometer. Bahkan, untuk mobil dengan spesifikasi keluaran lama, penggantian filter baru dilakukan setelah menempuh jarak 37 ribu kilometer, jauh lebih lama dibandingkan standar penggantian normal di 10 ribu kilometer.

"Kita melakukan hingga 50 ribu kilometer dan beberapa mobil itu dengan spek yang tidak terlalu baru mencapai 37 ribu kilometer baru diganti filter yang biasanya ganti 10 ribu kilometer," jelasnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |